Empat orang tewas, mobil Avanza menabrak kereta di Grobogan

Teguh A. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
Empat orang tewas, mobil Avanza menabrak kereta di Grobogan

Gambar atau konten salah?

Empat orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat kecelakaan di perlintasan swadaya di Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah, pada dini hari Jumat, 01 Mei 2026. Kecelakaan terjadi ketika KA Argo Bromo Anggrek melintas di jalan umum Tuko‑Sidorejo pada pukul 02.52 WIB.

KA tersebut menabrak mobil Toyota Avanza bernomor polisi H‑1060‑ZP. Mobil itu membawa sembilan penumpang dan sedang melaju dari arah selatan (Sidorejo) menuju utara (Purwodadi) dengan kecepatan sedang, menurut Iptu Eko Ari Kisworo.

“Toyota Avanza bernomor polisi H‑1060‑ZP, berpenumpang 9 orang, berjalan dari arah selatan atau Sidorejo menuju ke arah utara atau Purwodadi dengan kecepatan sedang,” kata Eko saat dimintai konfirmasi.

Eko menjelaskan bahwa ketika mobil tiba di perlintasan swadaya, mesin mobil mati. Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melintas dari barat menuju timur di jalur rel sebelah selatan.

“Sesampainya di TKP, Toyota Avanza berhenti atau mesin mati di jalur rel sebelah selatan. Pada saat bersamaan dari arah barat menuju ke timur di jalur rel sebelah selatan berjalan Kereta Api Argo Bromo Anggrek,” ungkap Eko.

Ia menambahkan, “Eko menjelaskan kecelakaan tak terhindarkan sebab jarak KA yang sudah terlalu dekat. Mobil tersebut kemudian terpental sejauh sekitar 20 meter dan masuk ke area persawahan.”

“Karena jarak sudah dekat, Kereta Api Argo Bromo Anggrek menabrak bodi depan kiri dari Toyota Avanza hingga mobil terpental sejauh kurang lebih 20 meter dan menabrak tiang Indihome. Kemudian mobil terjatuh ke selatan masuk ke sawah,” ungkapnya.

Menurut Eko, kecelakaan terjadi karena kurangnya kehati‑hatian pengemudi mobil saat melewati perlintasan. “Kurang hati‑hatinya Toyota Avanza karena pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan atau ada isyarat lain,” ujarnya.

Kasatlantas Polres Grobogan, AKP Kumala Enggar Anjarani, dan Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan turut menanggapi kejadian ini. Empat orang tewas dan beberapa lainnya luka‑luka akibat benturan ini.

Insiden ini menegaskan pentingnya kepatuhan pada sinyal perlintasan swadaya. Keselamatan di jalur kereta api tetap menjadi prioritas bagi semua pengguna jalan.

Kecelakaan kereta apiDusun SugihanArgo Bromo AnggrekToyota AvanzaPerlintasan swadaya4 tewasSinyal perlintasan

Komentar

Memuat komentar...