Empat Pendaki Dievakuasi Helikopter Akibat Beruang di Hokkaido
Gambar atau konten salah?
Empat orang pendaki harus dievakuasi dengan helikopter setelah mereka terjebak di sebuah gunung di Hokkaido, Jepang utara. Penyebabnya? Seekor beruang cokelat muncul di depan mereka.
Para pendaki itu tidak bisa melanjutkan perjalanan selama kurang lebih tiga setengah jam. Akhirnya, mereka memutuskan untuk meminta bantuan. Kejadian ini berlangsung pada hari Sabtu.
Sekitar pukul 14.30 waktu setempat, seorang pria berusia 60-an sedang menuruni gunung setinggi 2.141 meter. Di depannya, sekitar 50 meter dari jalur pendakian, ia melihat seekor beruang. Polisi menyebutkan beruang itu memiliki panjang sekitar 1,5 meter. Tak lama berselang, tiga pendaki lain tiba di lokasi yang sama. Mereka semua ikut berhenti. Khawatir untuk melanjutkan perjalanan.
Pada pukul 16.50 waktu setempat, salah satu pendaki menghubungi layanan darurat. Ia melaporkan bahwa rombongan tidak bisa melanjutkan perjalanan setelah bertemu dengan beruang. Seluruh pendaki kemudian dievakuasi menggunakan helikopter. Tidak ada korban luka dalam insiden ini.
Peristiwa itu terjadi sehari sebelum jalur pendakian Gunung Rausu di Semenanjung Shiretoko dibuka kembali untuk umum pada hari Minggu. Kawasan ini berstatus Situs Warisan Alam Dunia UNESCO. Sebelumnya, jalur ini ditutup sejak Agustus tahun lalu. Penutupan dilakukan setelah seorang pendaki berusia 26 tahun tewas diserang beruang di Gunung Rausu.
Untuk menandai pembukaan kembali, sekitar 50 pejabat pemerintah daerah dan pendaki mengikuti upacara doa pada Minggu pagi di gunung setinggi 1.660 meter tersebut. Pemerintah Jepang, melalui Kementerian Lingkungan Hidup bersama pemerintah daerah, telah memperketat upaya pencegahan serangan beruang. Salah satu langkahnya adalah menerapkan sistem peringatan aktivitas beruang cokelat yang dibagi ke dalam empat tingkat kewaspadaan. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya jumlah kemunculan beruang dan kasus serangan terhadap manusia di berbagai wilayah. Otoritas terkait juga terus memetakan habitat beruang untuk mengurangi potensi konflik dengan warga maupun wisatawan.
Pada hari yang sama, serangan beruang juga terjadi di Prefektur Akita. Seorang pria berusia 83 tahun diserang saat memetik sayuran liar di pegunungan. Korban mengalami luka di bagian kepala dan wajah. Meski begitu, polisi setempat menyebut korban masih dalam kondisi sadar dan dapat berkomunikasi saat dibawa ke rumah sakit.
Kejadian ini menunjukkan bahwa konflik antara manusia dan beruang cokelat di Jepang masih menjadi masalah serius. Pemerintah setempat terus berupaya meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan, terutama di kawasan wisata alam seperti Gunung Rausu yang merupakan situs warisan dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
