Eriksen Pingsan di Lapangan, Diperiksa di Rumah Sakit
Gambar atau konten salah?
Pada 08 Juni 2026, dalam pertandingan uji coba antara Denmark dan Ukraina, Christian Eriksen mengalami kolaps di lapangan. Pada menit ke-65, pemain Wolfsburg tersebut memegangi dadanya sebelum ambruk. Ia kemudian tak sadarkan diri, namun setelah sekilas, ia bangkit dan berjalan menuju ambulans.
Setelah kejadian, Aljazeera melaporkan bahwa Eriksen sadar dan mampu berjalan sendiri. Ia kemudian dibawa ke ambulans untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Christian baik-baik saja dan meninggalkan lapangan sendiri. Seperti saya lihat, pacu jantungnya bekerja sebagaimana mestinya,” kata Morten Boesen, dokter tim yang menanganinya. “Dia sekarang akan diperiksa di rumah sakit untuk mencari tahu apa penyebab insiden tersebut,” lanjutnya.
Insiden ini merupakan kali kedua dalam lima tahun terakhir pemain berusia 34 tahun tersebut pingsan saat pertandingan. Pada tahun 2021, Eriksen mengalami serangan jantung di ajang kejuaraan Eropa di Kopenhagen. Tim medis memberinya pertolongan pertama berupa CPR, yang berhasil menyelamatkan nyawanya.
Setelah insiden henti jantung di EURO, Eriksen dan keluarganya memutuskan untuk memasang Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD) pada pertengahan Juni 2021. ICD berfungsi sebagai alat pencegahan, mendeteksi dan mengatur kembali irama jantung jika terjadi gangguan di masa depan.
ICD pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan alat pacu jantung (pacemaker). Alat ini ditanam di dalam dada, biasanya di bawah tulang selangka, dengan prosedur operasi kecil dan bius lokal. Perangkat ini memiliki baterai yang dapat bertahan hingga 8 tahun, tergantung pada frekuensi kerja. Ketika irama jantung tidak normal, ICD menghasilkan impuls listrik kejut untuk mengembalikan irama menjadi normal, sehingga memulihkan fungsi jantung.
Dengan pengalaman sebelumnya dan penggunaan ICD, Eriksen kini dapat memonitor kondisi jantungnya secara real‑time. Meskipun insiden ini menimbulkan kekhawatiran, langkah medis yang diambil sudah cukup komprehensif untuk menjaga kesehatan jantungnya.
Prosedur pemasangan ICD dilakukan dengan operasi kecil di bawah kulit, biasanya di daerah di bawah tulang selangka pada bagian dada dengan bius lokal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rhabdo Berbahaya: Kegagalan Ginjal Akibat Olahraga Intense
Latihan Ringkas Calf Raises Bantu Kontrol Gula Darah
Matthew Bickel Turun 114 kg, Jadi Atlet Ultramarathon
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Mes Hilgers Kembali Latihan Bersama Skuad Garuda 2026
Kecemasan Lomba Bikin Pelari Sulit Tidur, Mules Terjadi
