EU Khawatir Defisit Dagang China, Cari Solusi Seimbang
Gambar atau konten salah?
Uni Eropa kini semakin khawatir atas defisit perdagangannya dengan China. Komisioner Eropa telah mengadakan pertemuan untuk membahas langkah‑langkah yang dapat diambil agar hubungan perdagangan kembali seimbang.
Dalam rapat tersebut, Komisi Eropa menegaskan, "China adalah mitra penting dan keterlibatan serta dialog akan terus berlanjut. Pada saat yang sama, keadaan hubungan perdagangan dan investasi saat ini tidak berkelanjutan," kata mereka.
Defisit perdagangan barang antara Uni Eropa dan China mencapai 360 miliar euro pada tahun lalu. Angka ini menunjukkan bahwa ekspor China jauh lebih tinggi daripada impor Uni Eropa.
Blok yang beranggotakan 27 negara berusaha menjaga hubungan dagang dengan China, sekaligus mengurangi ketergantungan pada ekonomi Asia tersebut. Tujuannya adalah menciptakan pola perdagangan yang lebih berkelanjutan.
Para kepala negara G7 akan berkumpul di Prancis pada 15‑17 Juni 2026, sementara pemimpin Uni Eropa akan bertemu di Brussels pada 18‑19 Juni 2026. Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal diskusi lebih lanjut.
Komisi Eropa menyatakan bahwa debat tersebut akan menjadi masukan untuk pekerjaan dalam beberapa minggu mendatang menjelang pembicaraan lanjutan tentang China dan ketidakseimbangan perdagangan.
Secara keseluruhan, Uni Eropa sedang menimbang cara menyeimbangkan hubungan dagang dengan China sambil menjaga kestabilan ekonomi internalnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Dibuka Melemah, Anjlok 1,57 Persen ke 4.827
BRI Buka Galeri E-Channel di JPM Dukuh Atas untuk Komuter
Kemenkeu Tolak Jadi Pemegang Saham BEI
Pandu Sjahrir Lepas Saham Supra Sekuritas Sejak Juni
OJK Paksa Pengembalian Dana Rp5 Miliar Kasus Manipulasi Saham
LPS: 14 BPR Tutup Akibat Tata Kelola Buruk
