Festival Yerba Buena Menampilkan Gamelan Bali Gratis
Gambar atau konten salah?
Yerba Buena Gardens Festival di San Francisco menjadi panggung bagi seni pertunjukan Bali yang memukau. Festival ini bersifat terbuka dan gratis, sehingga banyak warga kota yang datang untuk menikmati penampilan Gamelan Sekar Jaya.
Perkiraan jumlah pengunjung mencapai 250 orang. Mereka menonton pertunjukan gamelan yang menampilkan kekayaan budaya Bali, termasuk ensemble Jegog, Gong Kebyar, dan tarian tradisional yang sarat filosofi.
Di antara tarian yang dipersembahkan, Tari Teruna Jaya menunjukkan semangat, keberanian, dan dinamika generasi muda. Sementara Tari Jaya Kebyar Santhi mengangkat pesan kedamaian dan keharmonisan lewat energi khas Gong Kebyar.
Para seniman menggabungkan musik, gerak tari, dan ekspresi artistik untuk memperkenalkan nilai‑nilai budaya Indonesia kepada penonton internasional dengan cara yang mudah diterima.
Monica Purba, Konsul Penerangan, Sosial dan Budaya KJRI San Francisco, menyatakan bahwa gamelan memiliki makna yang jauh melampaui pertunjukan seni. Ia berkata, “Gamelan mengajarkan bahwa harmoni lahir dari keberagaman. Setiap instrumen memiliki suara yang berbeda, namun berpadu menciptakan keselarasan. Filosofi inilah yang menjadikan gamelan sebagai bahasa budaya yang universal, mempererat hubungan antara masyarakat Indonesia dan Amerika Serikat,” ujar Monica.
Menurutnya, nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun saling pengertian di tengah masyarakat Bay Area yang multikultural.
Partisipasi Indonesia di Yerba Buena Gardens Festival merupakan bagian dari strategi KJRI San Francisco untuk mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Amerika Serikat melalui pertunjukan seni dan budaya.
Selama lebih dari empat dekade, Gamelan Sekar Jaya dan kelompok gamelan lainnya telah menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat Indonesia dan Amerika Serikat.
Di dunia yang semakin beragam, gamelan membuktikan bahwa seni dapat menjadi bahasa universal yang menumbuhkan rasa saling menghormati, memperkuat persahabatan, dan menghadirkan Indonesia lebih dekat di hati masyarakat Amerika Serikat.
Acara ini menegaskan bahwa pertunjukan seni tradisional dapat berfungsi sebagai alat diplomasi budaya, memperkuat hubungan lintas negara melalui pengalaman bersama yang bermakna.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
