Finlandia Kembali Jadi Negara Peminum Kopi Terbanyak di Dunia
Gambar atau konten salah?
Kopi sudah menjadi bagian dari keseharian banyak orang di seluruh dunia. Tapi siapa sangka, negara-negara dengan konsumsi kopi tertinggi justru bukan berasal dari daerah penghasil kopi terbesar atau tempat dengan jaringan kedai kopi paling padat.
Data dari World Atlas yang dirilis pada Mei 2026 lalu menunjukkan fakta menarik. Dengan menggunakan ukuran konsumsi per kapita dari International Coffee Organization, negara-negara Nordik di Eropa Utara justru mendominasi daftar peminum kopi terbanyak di dunia. Bagi penduduk di sana, kopi bukan sekadar minuman untuk menghilangkan kantuk. Lebih dari itu, kopi sudah menjadi tradisi sosial yang mengakar selama ratusan tahun.
Berikut adalah lima negara dengan konsumsi kopi per orang tertinggi di dunia, berdasarkan data World Atlas yang diterbitkan pada 19 Juni 2026.
1. Finlandia
Finlandia masih memegang posisi teratas sebagai negara dengan konsumsi kopi tertinggi di dunia. Setiap penduduk rata-rata menghabiskan sekitar 12 hingga 13 kilogram kopi per tahun. Jumlah itu setara dengan hampir empat cangkir kopi setiap hari.
Budaya minum kopi sudah sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Finlandia. Bahkan, waktu istirahat untuk minum kopi yang disebut kahvitauko sudah menjadi bagian dari banyak tunjangan kerja yang diterima oleh karyawan di negara tersebut.
Saat menjamu tamu di rumah, warga Finlandia biasanya menyajikan kopi bersama roti, sandwich, aneka kue, dan biskuit. Kopi sangrai masih mendominasi, meskipun tren specialty coffee atau biji kopi kualitas terbaik dan biji kopi single origin terus berkembang di kota-kota besar seperti Helsinki dan Tampere.
2. Norwegia
Norwegia berada di posisi berikutnya dengan konsumsi sekitar 10 kilogram kopi per orang setiap tahun. Rata-rata masyarakatnya mengonsumsi sekitar 2 hingga 3 cangkir kopi per hari.
Kopi mulai populer di Norwegia sejak awal abad ke-18. Awalnya, kopi hanya dinikmati kalangan bangsawan. Kini, sekitar 80 persen penduduk Norwegia rutin minum kopi setiap hari.
Kopi biasanya disajikan saat sarapan maupun setelah makan malam bersama hidangan penutup. Warga lokal juga sering mengundang kerabat atau teman untuk menikmati kopi ditemani kue dan pastry. Di wilayah pedesaan, ada minuman khas bernama karsk yang memadukan kopi, gula, dan minuman beralkohol tradisional.
3. Islandia
Islandia berada di urutan ketiga sebagai negara konsumsi kopi terbanyak di dunia. Negara ini mencatat konsumsi sekitar 9 kilogram kopi per orang dalam satu tahun.
Meski jumlah penduduknya hanya sekitar 400 ribu jiwa, budaya kopi di negara ini berkembang sangat pesat. Uniknya, hingga tahun 2026 tidak ada satu pun gerai Starbucks yang beroperasi di Islandia. Sebaliknya, pasar kopi didominasi oleh kedai kopi skala kecil dan peracik kopi lokal yang tersebar di Reykjavik.
Industri specialty coffee di negara ini juga berkembang pesat dan mampu bersaing di tingkat internasional melalui berbagai kompetisi barista dunia. Bagi warga Islandia, kopi menjadi minuman sehari-hari yang menemani aktivitas kerja, bersantai bersama kerabat, hingga obrolan santai setelah makan malam.
4. Denmark
Denmark mengonsumsi sekitar 8 hingga 9 kilogram kopi per orang setiap tahun. Selain dikenal sebagai salah satu negara peminum kopi terbesar di dunia, Denmark juga memiliki kisaran harga kopi yang paling mahal di dunia.
Pada tahun 2025, rata-rata harga kopi di kafe yang ada di Denmark mencapai sekitar US$5,40 atau setara Rp97 ribu per cangkir. Budaya minum kopi di Denmark sangat erat dengan konsep hygge, yaitu suasana hangat dan nyaman saat berkumpul bersama keluarga atau teman.
Kopi hadir hampir di setiap waktu makan dan biasanya disajikan bersama kue, biskuit, atau sandwich terbuka khas Denmark. Industri specialty coffee di negara ini juga berkembang pesat melalui berbagai roastery ternama yang sudah mendunia.
5. Belanda
Di posisi lima besar, Belanda mencatat konsumsi sekitar 8,2 kilogram kopi per orang per tahun. Negara ini menjadi salah satu negara dengan budaya minum kopi paling kuat di Eropa.
Sejarah kopi di Belanda dimulai sejak 1616 ketika pedagang Pieter van den Broecke membawa tanaman kopi dari Mocha, Yaman. Belanda kemudian menjadi bangsa Eropa pertama yang membudidayakan kopi di wilayah koloninya, termasuk Pulau Jawa di Indonesia dan Suriname.
Hingga kini, masyarakat Belanda masih mempertahankan tradisi Koffietijd atau waktu minum kopi di rumah. Rata-rata penduduknya mengonsumsi sekitar 2 hingga 4 cangkir kopi per hari. Kopi menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian mereka.
Dari data ini terlihat bahwa budaya minum kopi di negara-negara Nordik sudah berlangsung sangat lama dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Kopi bukan sekadar minuman, tapi juga simbol kebersamaan dan tradisi yang diwariskan turun-temurun. Meski Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbesar, konsumsi kopi per kapita di negara-negara Eropa Utara ini jauh lebih tinggi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Azimah Antar Makanan, Bawa Anak Autistik, Hadapi Kritik
TAMU Rilis 18 Menu Nusantara Baru dengan Sentuhan Inovasi
Gyro II Tutup Setelah 45 Tahun, Resep Saus Putih Terbagi
Lekooh: Warung Coto Makassar Modern di Jakarta Cikajang
ERRE & Urrechu Jakarta Ulang Tahun Pertama: Menu Baru
5 Warung Soto Betawi Legendaris Klasik Jakarta Tradisional
Berita Terbaru
Finlandia Kembali Jadi Negara Peminum Kopi Terbanyak di Dunia
Biaya BPIF IPB 2026: Rp0 hingga Rp100 Juta, Cek Jadwal Pengumuman
PLN Akui Dua Unit Pembangkit Besar Gangguan, Picu Pemadaman Bergilir
Buruh Bangunan di Hanoi Alami Gagal Ginjal Akut Usai 11 Jam di Bawah Terik
LDA Daftarkan Nama Paku Buwono XIV ke HAKI
Brasil vs Haiti: Duel Hidup Mati di Grup C
Arsenal Hadapi Jadwal Berat Usai Juara Musim Lalu