Flu Remaja Berujung Amputasi Lengan dan Kaki

Cahyo S. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Flu Remaja Berujung Amputasi Lengan dan Kaki

Gambar atau konten salah?

Flu adalah penyakit yang sangat sering terjadi dan bisa menimpa siapa pun. Dalam banyak kasus, flu bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, dalam kondisi tertentu, penyakit ini bisa memicu komplikasi yang sangat serius.

Seorang remaja bernama Kaydin Baldwin dari Kerrville, Texas, mengalami hal ini saat usianya baru 13 tahun. Awalnya, dia hanya terkena flu biasa. Tapi kesehatannya memburuk dengan cepat dalam waktu singkat.

Akibat infeksi flu tersebut, Kaydin didiagnosis menderita pneumonia yang disebabkan oleh bakteri streptokokus. Dia juga mengalami sepsis, yaitu respons tubuh yang sangat ekstrem terhadap infeksi dan bisa mengancam jiwa. Meskipun kasus seperti ini jarang terjadi, influenza memang bisa membuka jalan bagi infeksi bakteri serius yang berpotensi fatal.

Kondisinya kemudian berkembang menjadi pneumonia nekrotik. Ini adalah jenis pneumonia bakteri yang langka dan menyebabkan kerusakan pada jaringan paru-paru. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Gejalanya sering kali mirip dengan flu biasa, tetapi pada beberapa kasus bisa memburuk dengan cepat hingga membutuhkan perawatan medis intensif.

Karena kondisinya terus memburuk, Kaydin harus menjalani perawatan di rumah sakit selama lebih dari 100 hari. Ibunya, Amanda Baldwin, menceritakan betapa beratnya perjuangan putrinya.

"Gagal organ multipel, 117 hari di rumah sakit, dia mengalami henti jantung selama dua menit," kata Amanda.

Pada Maret 2026, dokter mengambil keputusan sulit untuk mengamputasi lengan kanan serta kedua kaki Kaydin. Tujuannya hanya satu: menyelamatkan nyawanya. Meskipun menghadapi tantangan yang luar biasa, Kaydin tidak menyerah. Dia baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-14 dan sudah dipasangkan kaki palsu.

Ibunya mengatakan bahwa melihat putrinya berjuang melewati setiap rintangan justru memberinya kekuatan.

"Saya mendapat kekuatan darinya setiap hari untuk terus berada di sisinya dan tidak menangis di depannya," kata Amanda.

Keluarga Kaydin kini meminta bantuan masyarakat untuk mengumpulkan dana. Uang itu akan digunakan untuk membeli mobil van yang bisa mengangkut kursi roda. Dukungan yang diterima Kaydin sangat besar. Dia menerima banyak hadiah dan berbagai pesan penyemangat dari banyak orang.

"Sungguh luar biasa betapa dia dicintai. Betapa keluarga kami dicintai," ungkap Amanda.

Kasus Kaydin menunjukkan bahwa flu, yang sering dianggap sepele, bisa berubah menjadi kondisi yang mengancam jiwa. Infeksi virus influenza dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga bakteri lain lebih mudah menyerang. Komplikasi seperti pneumonia bakteri dan sepsis adalah risiko nyata, meskipun jarang terjadi. Perjuangan Kaydin juga menjadi pengingat bahwa dukungan keluarga dan komunitas sangat berarti dalam menghadapi masa-masa sulit.

flupneumoniasepsiskomplikasiamputasiinfeksi bakteriremaja

Komentar

Memuat komentar...