Frekuensi Seks Pasangan: Manfaat Kesehatan dan Risiko

Wati N. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 131 dibaca
Bisik.id
Frekuensi Seks Pasangan: Manfaat Kesehatan dan Risiko

Gambar atau konten salah?

Frekuensi berhubungan seks di antara pasangan bervariasi. Beberapa berhubungan 2–3 kali seminggu, sementara yang lain melakukannya setiap hari. Aktivitas ini sering dianggap menyenangkan dan dapat membantu menenangkan pikiran serta merilekskan tubuh. Namun, apakah aman jika dilakukan tanpa jeda?

Menurut data yang dikutip, hanya sekitar 4% orang dewasa yang melaporkan berhubungan seks setiap hari. Ini ditemukan dalam survei tahun 01 Januari 2017. Biasanya, frekuensi meningkat saat pasangan masih dalam masa bulan madu atau baru menikah.

Situasi yang serupa muncul ketika pasangan berusaha memiliki anak. Hubungan seksual yang lebih sering dapat meningkatkan peluang kehamilan.

Selain mempertimbangkan frekuensi, rutin berhubungan seks ternyata membawa banyak manfaat bagi tubuh dan kesehatan mental. Berikut hasilnya:

  1. Meredakan stres

    Aktivitas seksual dan orgasme dapat menurunkan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, serta meningkatkan pelepasan endorfin dan oksitosin. Hasilnya, perasaan tenang dan bahagia.

  2. Memperbaiki kualitas tidur

    Penelitian tahun 01 Januari 2019 menunjukkan bahwa berhubungan seks sebelum tidur membantu seseorang tertidur lebih cepat dan menikmati tidur yang lebih nyenyak.

  3. Meredakan rasa nyeri

    Endorfin dan hormon lain yang dilepaskan selama gairah berfungsi sebagai pereda nyeri alami, mirip dengan cara kerja opioid. Hal ini dapat membantu mengurangi kram menstruasi, migrain, atau sakit kepala.

  4. Menjaga kesehatan jantung

    Studi jangka panjang yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiology menemukan bahwa pria yang berhubungan seks setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular, seperti stroke atau serangan jantung, dibandingkan mereka yang hanya melakukannya sekali sebulan atau lebih jarang.

  5. Kurangi risiko kanker prostat

    Penelitian di Amerika Serikat melibatkan lebih dari 32.000 pria. Hasilnya, pria yang mengalami ejakulasi lebih dari 21 kali per bulan memiliki risiko 20% lebih rendah terkena kanker prostat dibandingkan mereka yang hanya melakukan ejakulasi 4–7 kali per bulan.

Ringkasnya, meskipun hanya 4% orang dewasa yang berhubungan seks harian, rutinitas ini dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, termasuk pengurangan stres, meningkatkan kualitas tidur, meredakan nyeri, dan menurunkan risiko penyakit jantung serta kanker prostat.

frekuensi seksmenurunkan strestidur lebih nyenyakkardiovaskularkanker prostatendorfinoksitosinkualitas tidur

Komentar

Memuat komentar...