G7 Lepas 100 Juta Barel Solar ke Pasar Global
Gambar atau konten salah?
Sebuah keputusan besar baru saja diambil oleh negara-negara industri terbesar di dunia. Kelompok yang dikenal sebagai G7 sepakat untuk melepaskan pasokan darurat mereka ke pasar global. Jumlahnya tidak sedikit—100 juta barel solar dan minyak akan segera dialirkan.
Keputusan ini muncul setelah Amerika Serikat, melalui Presiden Donald Trump, terus mendesak negara-negara Eropa untuk bertindak. Tekanan itu nyata. Bahkan Trump sempat melontarkan ancaman akan melarang ekspor solar dari AS jika Eropa tidak segera bergerak. Ancaman itu membuat pasar gempar. Pasalnya, Eropa masih sangat bergantung pada pasokan solar dari Amerika.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Sabtu, 3 Oktober 2026, G7 menjelaskan bahwa pelepasan cadangan ini akan dikoordinasikan melalui Badan Energi Internasional atau IEA. "Dengan memperhitungkan komitmen yang telah dipenuhi, kami akan menjalankan komitmen kami melalui pelepasan terkoordinasi melalui IEA sebesar 100 juta barel," demikian bunyi pernyataan resmi mereka seperti dikutip dari Reuters.
G7 sendiri adalah kelompok yang berisi tujuh negara maju dengan ekonomi terbesar di dunia. Anggotanya meliputi Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, dan Prancis. Mereka semua sepakat untuk membuka keran cadangan nasional darurat mereka.
Proses pelepasan ini akan berlangsung segera dan berlangsung selama empat bulan ke depan. Targetnya, sebagian besar pasokan solar sudah mulai mengalir ke pasar dalam waktu 20 hari. Cukup cepat untuk sebuah operasi sebesar ini.
Namun, dokumen pernyataan bersama tersebut tidak memberikan rincian yang jelas. Tidak disebutkan secara pasti berapa volume minyak mentah, solar, atau produk lainnya yang akan dilepaskan. Juga tidak disebutkan negara mana saja yang akan berpartisipasi secara spesifik. "Kami akan mengadakan pertemuan dalam konteks IEA dalam beberapa hari mendatang untuk membahas kemungkinan pelepasan diesel tambahan jika diperlukan," tambah pernyataan itu.
Langkah ini sebenarnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya, pada Maret lalu, dunia sudah menyaksikan pelepasan cadangan minyak darurat terbesar dalam sejarah, yaitu sebanyak 400 juta barel. Saat itu, pemicunya adalah pecahnya perang Iran. Kini, situasi kembali memanas dan G7 kembali bereaksi.
Trump menyambut baik keputusan ini. Dalam sebuah unggahan di Truth Social, ia menulis, "Eropa baru saja setuju untuk melepaskan sejumlah besar minyak diesel yang mereka simpan dalam jumlah besar. Prosesnya akan segera dimulai." Ia juga menegaskan bahwa larangan ekspor solar yang sempat ia gembar-gemborkan sebenarnya tidak pernah benar-benar dipertimbangkan. "Eropa memiliki banyak diesel, dan mereka akan memberikan kontribusi besar bagi dunia, begitu juga kita, dan kita tidak akan memberlakukan larangan ekspor. Kita akan melakukan apa yang seharusnya kita lakukan," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih sebelum berangkat ke Alabama.
Keputusan G7 ini diperkirakan akan mempengaruhi harga energi global yang sedang memanas. Dengan tambahan pasokan 100 juta barel, tekanan pada harga diharapkan bisa berkurang. Namun, masih ada pertanyaan besar yang belum terjawab: apakah jumlah ini cukup untuk menstabilkan pasar dalam jangka panjang? Ataukah ini hanya solusi sementara yang menunda masalah yang lebih besar? Yang jelas, dunia energi kembali memasuki babak baru yang penuh ketidakpastian.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Indonesia Jajaki Kerja Sama Energi dengan AS dan Norwegia
Dana Iklim Rp 8.000 Triliun Tak Bisa APBN Saja
Presiden Prabowo Batal Tukar Guling Geo Dipa dengan PNM
Pengusaha Sambut Target PLTS 100 GW, Soroti Tantangan Infrastruktur
BPMA Teken Tiga PKS Produksi Sumur Minyak Rakyat Aceh
Warga Honduras Blokade Jalan, Protes BBM Naik 11 Pekan
Berita Terbaru
Indonesia Jajaki Kerja Sama Energi dengan AS dan Norwegia
Dana Iklim Rp 8.000 Triliun Tak Bisa APBN Saja
Presiden Prabowo Batal Tukar Guling Geo Dipa dengan PNM
Pengusaha Sambut Target PLTS 100 GW, Soroti Tantangan Infrastruktur
G7 Lepas 100 Juta Barel Solar ke Pasar Global
BPMA Teken Tiga PKS Produksi Sumur Minyak Rakyat Aceh
Warga Honduras Blokade Jalan, Protes BBM Naik 11 Pekan
Arab Saudi Siap Serang Houthi Demi Amankan Laut Merah
Pelatihan WPPE: Simulasi Transaksi Efek hingga Sertifikasi BNSP
