Gagal Ginjal Kronis: 28 Tahun Niven, Diterapi Dialisis APD

Endah K. · 2 min baca · 1 jam lalu · 23 dibaca
Bisik.id
Gagal Ginjal Kronis: 28 Tahun Niven, Diterapi Dialisis APD

Gambar atau konten salah?

Niven Hopkins, pria berusia 28 tahun yang tinggal di Inggris, baru saja melewati diagnosis gagal ginjal kronis. Kondisi ini mulai muncul pada Juni 2024 ketika ia masih berusia 26 tahun.

Di malam itu, Niven merasakan nyeri tajam di kaki. Ia mengungkapkan, “Kaki saya terasa sangat sakit, terasa seperti jari kaki saya patah. Yang aneh adalah saya tidak terbentur apa pun,” kata Niven. Ia menganggap rasa sakit itu hanya keluhan biasa dan pergi tidur dengan pikiran bahwa hal itu tidak terlalu serius.

Pada keesokan harinya, kaki Niven mulai bengkak, memerah, dan rasa sakitnya semakin parah. Ia menyangka ini disebabkan serangan asam urat yang parah. Namun, setelah beberapa hari, dokter di rumah sakit memintanya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya menunjukkan bahwa ia berada di stadium 4 gagal ginjal.

Uji laboratorium mengonfirmasi bahwa Niven menderita kondisi langka yang diturunkan secara genetik. Sebelumnya, ibunya pernah menjalani dua transplantasi ginjal. Menurut penjelasan medis, gagal ginjal stadium 4 adalah tahap di mana ginjal mengalami kerusakan parah dan fungsi ginjal menurun drastis. Ini merupakan tahap terakhir sebelum pasien memasuki stadium 5, yaitu gagal ginjal total.

Seiring berjalannya waktu, Niven mengabaikan beberapa peringatan awal. Ia merasakan kelelahan ekstrem, urine berbusa, serta nyeri punggung yang ia anggap akibat olahraga. Ia juga mengalami “kabut otak” yang membuatnya sering lupa apa yang sedang dikatakan atau kehilangan fokus saat menulis e‑mail. Ia berkata, “Saya juga mengalami sakit punggung, yang saya anggap sebagai akibat dari olahraga. Saya berasumsi ia mengalami cedera mengangkat beban atau berlari.”

Kini, kondisi Niven telah mencapai stadium 5. Ia terhubung ke mesin dialisis selama beberapa jam saat tidur. Ia menjelaskan, “Ini disebut dialisis peritoneal otomatis (APD). Sebuah selang di perut saya menghubungkan saya ke mesin, yang melakukan pekerjaan yang tidak dapat lagi dilakukan ginjal saya.”

Setiap pagi, Niven memeriksa berat badan, memantau tekanan darah, dan minum obat sepanjang hari. Ia menutup cerita dengan kata, “Saat bangun, saya memeriksa berat badan, memantau tekanan darah, dan minum obat sepanjang hari.”

Perjalanan Niven menyoroti betapa pentingnya memperhatikan gejala awal gagal ginjal. Kondisi ini dapat berkembang secara perlahan, sehingga deteksi dini dan perawatan tepat waktu menjadi kunci untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

gagal ginjaldialisis peritoneal otomatisstegama 5kondisi genetikgejala awaltransplantasi ginjalkabut otak

Komentar

Memuat komentar...