Garuda Muda Hadapi China U-17 di Piala Asia 2026, 5 Mei
Gambar atau konten salah?
Timnas Indonesia U-17 akan bertanding melawan Timnas China U-17 di Piala Asia U-17 2026. Pertandingan ini menjadi bagian penting dari grup B, di mana Garuda Muda berharap dapat memperbaiki catatan mereka di laga pertama.
Rundownnya, pertandingan akan berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City di Jeddah, Arab Saudi. Waktu yang ditetapkan adalah 05 Mei 2026 malam WIB, menandai hari kedua dalam jadwal grup.
Sejak debutnya, Indonesia telah berpartisipasi tujuh kali dalam Piala Asia U-17. Namun, sejarah menunjukkan bahwa tim seringkali gagal meraih kemenangan di pertandingan pembuka. Hingga kini, Indonesia mencatatkan empat kali kekalahan, satu kali hasil imbang, dan dua kali kemenangan.
Keberhasilan paling menonjol datang dari dua pertandingan perdana di dua edisi terakhir. Pada Piala Asia 2018, Indonesia menorehkan kemenangan 2-0 atas Iran, dengan gol dari Bagus Kahfi dan Bagas Kaffa di Stadion Bukit Jalil pada 21 September 2018. Sementara itu, di Piala Asia U-17 2025, Nova Arianto memimpin tim meraih 1-0 atas Korea Selatan berkat gol Evandra Florasta.
Melawan China, Indonesia belum pernah berhasil mengalahkan mereka. Pada uji coba bulan Februari lalu, Indonesia kalah 0-7 dan 2-3. Bahkan, pada Piala Asia U-17 1990, Indonesia kalah 0-5. Catatan ini menambah tekanan pada Garuda Muda untuk tampil lebih baik.
Berikut daftar hasil Indonesia di Piala Asia U-17:
- 1986: 1-5 Arab Saudi
- 1988: 0-2 Thailand
- 1990: 1-1 Korea Selatan
- 2008: 1-2 Suriah
- 2010: 0-3 Uzbekistan
- 2018: 2-0 Iran
- 2025: 1-0 Korea Selatan
Dengan sejarah yang cukup bergolak, Indonesia berusaha memanfaatkan momentum ini untuk menorehkan prestasi baru. Pertandingan melawan China menjadi ujian penting bagi Garuda Muda dalam upaya memperbaiki rekam jejak di Piala Asia U-17. Kemenangan di sini tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan diri, tetapi juga memberi peluang lebih besar untuk melaju ke babak berikutnya. Sejarah menunjukkan bahwa Indonesia mampu meraih kemenangan, namun konsistensi tetap menjadi kunci utama dalam kompetisi ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
