Gempa M4,8 di Jember, Dirasakan hingga Bali, Tidak Tsunami

Teguh A. · 2 min baca · 12 hari lalu · 25 dibaca
Bisik.id
Gempa M4,8 di Jember, Dirasakan hingga Bali, Tidak Tsunami

Gambar atau konten salah?

Selasa, 26 Mei 2026, pukul 15:39 WIB, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 di wilayah tenggara Jember, Jawa Timur, kemudian direvisi menjadi M 4,8. Gempa ini menimbulkan getaran yang dapat dirasakan hingga ke Bali.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa gempa tersebut dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng bumi. Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, “gempa ini dipicu aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng bumi.” Gempa terjadi pada kedalaman 14 kilometer, menjadikannya gempa dangkal.

Epikentroid gempa berada di laut sekitar 99 kilometer arah tenggara Jember. Koordinatnya adalah 9,07° LS; 113,82° BT. Wijayanto menambahkan, “Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,8. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,07° LS ; 113,82° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 99 Km arah Tenggara, Jember, Jawa Timur pada kedalaman 14 km.”

Menurut analisis mekanisme sumber, gempa ini memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip). “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng.” Intensitas yang dirasakan di berbagai wilayah berbeda: Jember IV MMI, Banyuwangi III‑IV MMI, Bondowoso, Malang, Kuta, dan Kuta Selatan III MMI, sementara Denpasar, Blitar, dan Trenggalek hanya merasakan intensitas lebih lemah.

BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Wijayanto. Hingga pukul 15:55 WIB, tidak ada gempa susulan atau aftershock yang terdeteksi. “Hingga pukul 15.55 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” pungkasnya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. “Informasi resmi terkait gempa bumi hanya diperoleh melalui kanal resmi BMKG.”

Gempa ini menegaskan pentingnya pemantauan geofisika yang terus menerus. Meski dirasakan di wilayah luas, tidak ada ancaman tsunami atau aftershock, sehingga situasi tetap aman bagi penduduk setempat.

gempa bumimagnitudoJemberBMKGlempeng bumiaftershocktsunamideformasi batuan

Komentar

Memuat komentar...