Genangan 50 cm di Jalan Ciseah, Warga Waspada Malam Hari

Fitri A. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Genangan 50 cm di Jalan Ciseah, Warga Waspada Malam Hari

Gambar atau konten salah?

Di malam 04 Mei 2026, genangan air mencapai ketinggian **50 sentimeter** menggenangi Jalan Raya Ciseah, Kampung Ciseah Mekar, Desa Pameuntasan, Kecamatan Kutawaringin. Air yang menembus jalan membuat pengendara motor kesulitan melintas, sementara mobil masih dapat melaju dengan kecepatan sedang, namun memicu gelombang air di permukaan jalan.

Jalan tersebut berfungsi sebagai akses alternatif menuju Stadion Si Jalak Harupat. Beberapa warga dan anak‑anak di sekitar area memanfaatkan genangan tersebut untuk bermain air atau berenang, menambah suasana riuh di malam hari.

“Ini air mulai tiba‑tiba menggenang dari jam 15.00 WIB sore tadi,” ujar warga sekitar, Ahmad Maulana (30) saat ditemui di lokasi. Ia menjelaskan bahwa air mulai menggenang meski kondisi jalan tidak dilanda hujan. Namun, hujan deras terjadi di area hulu, tepatnya di Ciwidey.

“Kalau di sini baru turun, hujan. Katanya dari atasnya (Ciwidey) hujannya gede. Terus air ke sini lewat sungai Muara Ciwidey dan sekarang meluap ke jalan,” tambah Ahmad. Ia menilai bahwa banjir tersebut mengganggu aktivitas warga, karena jalan itu merupakan akses utama yang sering dilalui warga untuk berangkat maupun pulang bekerja dari pabrik.

“Iya terganggu. Kalau ini akses keluar masuk ke stadion Jalak Harupat. Kalau di sini, paling ramai bubaran pabrik,” jelasnya. Ketinggian genangan banjir mencapai sekitar **50 sentimeter**. Ahmad menyebut wilayah tersebut memang kerap dilanda banjir saat debit air sungai meningkat.

“Banjir ini paling ketinggian 50‑an sentimeter. Ini udah ketiga kalinya, kalau yang paling besar di bulan Januari. Kalau yang paling besar sekitar 100 sentimeter atau 1 meter,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa banjir membutuhkan waktu beberapa jam untuk surut. Menurutnya, kondisi jalan akan kembali normal jika debit air di Sungai Muara Ciwidey mulai menurun.

“Kalau dari sekarang, paling surut nanti di tengah malam. Kalau enggak hujan lagi. Padahal pas awal naik itu belum hujan sama sekali tadi sore teh,” pungkasnya. Dengan demikian, warga diharapkan menunggu hingga tengah malam ketika air mulai turun, sebelum melanjutkan perjalanan di jalan yang kini masih basah.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya pemantauan aliran sungai dan kesiapsiagaan warga di daerah rawan banjir. Banjir yang terjadi pada malam hari ini menambah daftar peristiwa yang pernah terjadi di wilayah tersebut, terutama pada bulan Januari ketika ketinggian air mencapai 1 meter. Warga diharapkan tetap waspada dan menunggu kondisi jalan membaik sebelum kembali beraktivitas.

Jalan Raya Ciseahgenangan air 50 cmSungai Muara CiwideyStadion Si Jalak Harupatbanjir malamCiwidey hujan deraspemeriksaan aliran sungai

Komentar

Memuat komentar...