Gereja Germita Imanuel & Makam Raja Beo: Warisan Talaud
Gambar atau konten salah?
Kepulauan Talaud, di ujung Sulawesi Utara, terkenal dengan pantai berpasir dan spot diving. Namun, di balik keindahan alamnya, pulau ini menyimpan sejarah yang tak kalah menarik.
Di Kelurahan Beo, Kecamatan Beo, terdapat Gereja Germita Imanuel. Gereja ini berusia 162 tahun dan merupakan warisan Indische Kerk, yang memiliki hubungan historis dengan Protestantse Kerk in Nederland. Bangunan asli sudah tidak ada; kini dibangun ulang di tempat yang sama. Ciri khasnya adalah patung ayam jantan di atap.
Di seberang jalan, tepat di depan gereja, berdiri kompleks makam Raja Talaud. Di sini dimakamkan raja negeri Beo: Raja SS Sario Tamawiwy, Raja Julius Sario Tamawiwij, dan Raja Metusalah Tamawiwij. Selain keluarga raja, makam ini juga menampung tokoh-tokoh penting seperti misionaris Belanda, W. Richter.
Raja Julius Sario Tamawiwij, yang berkuasa pada masa itu, memainkan peran kunci dalam diplomasi masuknya Miangas ke wilayah Talaud. Miangas terletak lebih dekat ke Davao, Filipina, namun masyarakatnya memiliki budaya Talaud. Pada 04 April 1928, ketika Miangas resmi menjadi bagian Hindia Belanda, Raja Julius Sario Tamawiwij hadir bersama wakil wilayah Nanusa dalam proses arbitrase. Putusan Mahkamah Arbitrase Internasional memenangkan Belanda atas AS, menetapkan Pulau Miangas sebagai wilayah Hindia Belanda.
Selama era kolonial Belanda, Beo menjadi pusat pemerintahan Talaud Utara, sementara Lirung menjadi pusat pemerintahan Talaud Selatan. Beo sekaligus menjadi pusat pemerintahan lokal, pemerintahan kolonial, dan pelayanan misionaris di Kabupaten Kepulauan Talaud.
Gereja Germita Imanuel dan makam Raja Talaud menjadi simbol kesatuan tiga unsur: pemerintahan raja, masyarakat adat, dan misi gereja. Ketiga unsur ini saling menopang, membentuk peradaban Talaud yang unik.
Gereja dan makam ini menegaskan bahwa sejarah Talaud tidak hanya tentang pantai dan laut, melainkan juga tentang hubungan antara kekuasaan, budaya, dan agama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
