Gubernur Putuskan Hentikan Minyakita di Bantuan Pangan
Gambar atau konten salah?
Gubernur Indonesia mengumumkan keputusan akhir untuk tidak lagi menggunakan Minyakita dalam paket bantuan pangan. Minyakita akan diganti dengan merek minyak lain yang harganya sebanding.
Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), pada rapat koordinasi di Graha Mandiri, Jakarta. Zulhas menjelaskan alasan di balik langkah tersebut: penggunaan Minyakita dalam program bantuan membuat stok di pasar menurun, sehingga harga Minyakita melonjak.
“Jadi udah ketemu sebabnya kenapa naik. Karena ada bantuan pangan 33 juta kali 2 bulan, kali 2 liter. Oh, itu banyak sekali tuh, yang dari pasar tradisional pindah ke bantuan pangan. Jadi ini naik,” ujar Zulhas.
Menanggapi pertanyaan tentang bagaimana pemerintah akan menstabilkan pasokan, Zulhas menegaskan bahwa Bulog akan menambah suplai Minyakita di pasar tradisional. Ia juga berjanji akan mengganti Minyakita dalam paket bantuan dengan merek lain yang harganya sama.
“Nanti Bulog kalau ada bantuan pangan ya. Boleh pakai merek apa saja. Kita akan bicara dengan produsen dengan harga yang sama. Jadi ada tambahan, gitu. Ada tambahan, sehingga tidak mengganggu minyak kita yang ada di pasar-pasar tradisional,” tambah Zulhas.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap stok Minyakita di pasar tidak akan berkurang lebih lanjut dan harga tidak akan terus naik. Keputusan ini diambil pada 22 April 2026.
Perubahan ini menandai upaya pemerintah untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga minyak goreng di tengah kebutuhan bantuan pangan yang besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI Bisa IPO di Bursanya Sendiri, Aturan Baru Disusun
BEI Tunda Perpanjangan Jam Dagang Saham 30 Menit
BEI Resmi Buka Short Selling, Baru 5 Saham LQ45
Pemerintah Simpan Rp200 Triliun di Bank BUMN hingga 2027
FrieslandCampina Akuisisi Ultrajaya, Kuasai Saham Pengendali
HOKI Akui Empat Produk Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim