Gunung Semeru Erupsi, Lontarkan Lava Pijar 1,5 Kilometer
Gambar atau konten salah?
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Minggu dini hari. Status gunung tertinggi di Pulau Jawa ini masih berada di Level III atau Siaga.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, melaporkan bahwa erupsi ditandai dengan guguran lava pijar yang meluncur sejauh 1.500 meter dari kawah puncak. Material panas itu bergerak ke arah tenggara, menuju kawasan Besuk Kobokan.
"Gunung Semeru mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.500 meter mengarah ke tenggara," kata Yadi dalam laporan tertulis pada Minggu, 5 Juli 2026.
Selain guguran lava, petugas juga mencatat delapan kali letusan. Setiap letusan disertai kolom asap berwarna kelabu dengan ketinggian sekitar 800 meter. Asap terpantau bergerak ke tiga arah: tenggara, timur, dan utara.
Pihak pengamatan gunung mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat. Warga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru. Ini bukan sekadar saran — ini peringatan keselamatan.
"Kami menghimbau kepada warga agar tidak beraktifitas sejauh 13 kilometer dari puncak, serta mewaspadai potensi awan panas serta banjir lahar," tegas Yadi.
Potensi bahaya lain yang perlu diwaspadai adalah awan panas guguran dan banjir lahar. Kedua ancaman ini bisa terjadi di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru. Masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai diminta selalu waspada, terutama saat hujan turun di puncak gunung.
Gunung Semeru sudah lama dikenal sebagai gunung api aktif dengan siklus erupsi yang cukup sering. Status Siaga berarti gunung berada di atas normal, dengan potensi erupsi yang bisa terjadi kapan saja. Wilayah terdampak biasanya meliputi beberapa desa di lereng tenggara gunung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
