Razia Cegah HIV, Satpol PP Amankan 75 LC di Eks Tol
Gambar atau konten salah?
Pada Sabtu malam, petugas Satpol PP Sidoarjo menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah kafe di sepanjang Jalan eks Tol Gempol-Porong, Kecamatan Jabon. Hasilnya, 75 orang perempuan yang diduga bekerja sebagai pemandu lagu (LC) diamankan untuk didata. Puluhan botol minuman keras (miras) juga ikut disita.
Operasi ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana. Ia didampingi anggota DPRD Sidoarjo Komisi D, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Jabon, serta jajaran Satpol PP Kabupaten Sidoarjo.
Menurut Mimik, operasi pekat ini merupakan langkah pemerintah daerah untuk menjaga ketertiban masyarakat. Tujuan lainnya adalah menekan angka penyebaran penyakit menular di wilayah Jabon.
"Razia ini kami lakukan untuk meminimalisir penyebaran penyakit yang membahayakan masyarakat. Wilayah Jabon ini menjadi salah satu daerah dengan angka penyebaran HIV yang cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan," ujar Mimik kepada wartawan di lokasi, Sabtu, 4 Juli 2026.
Dalam operasi tersebut, para perempuan yang diamankan juga menjalani pemeriksaan kesehatan. Mereka dites darah sebagai langkah skrining awal.
"Yang kami amankan langsung dilakukan tes darah untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Ini sebagai bentuk upaya deteksi dini," imbuhnya.
Kepala Satpol PP Kabupaten Sidoarjo, Yani Setyawan, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan tindak lanjut dari tingginya angka penyebaran HIV di wilayah Kecamatan Jabon. Ia merinci barang bukti yang disita.
"Dalam kegiatan malam ini kami mengamankan puluhan botol minuman keras. Rinciannya terdiri dari miras golongan A dan sisanya golongan B," ujar Yani.
Selain miras, petugas juga mengamankan 75 perempuan yang diduga bekerja sebagai pemandu lagu di sejumlah kafe di kawasan tersebut. Mereka didata dan rencananya akan dikembalikan ke daerah asal masing-masing.
"Kami juga mengamankan 75 orang pemandu lagu atau LC. Seluruhnya kami lakukan pendataan. Setelah proses pendataan selesai, nantinya akan kami kembalikan ke daerah asal masing-masing," jelasnya.
Yani menyebut sebagian besar LC yang terjaring berasal dari luar Kabupaten Sidoarjo. "Mayoritas berasal dari Bangil dan Pasuruan. Sebagian kecil merupakan warga Sidoarjo," terangnya.
Operasi ini tidak hanya menyasar aktivitas di dalam kafe. Satpol PP juga menyoroti bangunan-bangunan yang diduga berdiri tanpa izin di sepanjang kawasan eks Tol Gempol-Porong.
"Ke depan kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) karena banyak kafe liar yang berdiri di lahan tersebut dan tidak memiliki izin," tegas Yani.
Ia memastikan operasi pekat akan terus dilakukan secara berkala. Tujuannya menciptakan ketertiban umum dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
"Operasi seperti ini akan terus kami lakukan secara masif untuk menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada masyarakat," pungkasnya.
Operasi di kafe eks Tol Gempol-Porong ini menjadi salah satu langkah Satpol PP dan pemerintah daerah Sidoarjo dalam menekan angka penyebaran HIV di Kecamatan Jabon. Angka HIV di wilayah tersebut dinilai cukup tinggi, sehingga deteksi dini melalui tes darah terhadap para pemandu lagu menjadi prioritas. Selain itu, penertiban bangunan liar dan peredaran minuman keras juga menjadi sasaran agar kawasan itu lebih tertib dan aman. Operasi serupa direncanakan berlanjut secara rutin.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cuaca Surabaya Cerah, Suhu Capai 33 Derajat Celcius
Jadwal Sholat Surabaya 5 Juli 2026 Lengkap
Aji Santoso Kembali Jadi Pelatih, Kali Ini di Tim Legenda
BMKG: Sebagian Besar Jawa Timur Diliputi Kabur
Berikut Jadwal Sholat 5 Juli 2026 di 38 Kabupaten/Kota Jatim
Maroko Favorit Kalahkan Kanada di 16 Besar Piala Dunia
Berita Terbaru
Razia Cegah HIV, Satpol PP Amankan 75 LC di Eks Tol
Ahli Bantah Klaim 'Carb Face' Bikin Wajah Bengkak
Malaysia Wajibkan Air Minum Gratis di Restoran
Bunga Rafflesia Langka Muncul Lagi Setelah 15 Tahun
KKNI Level 6: Sertifikasi Resmi untuk Instruktur Master
RUU Pusat Finansial Internasional Ditargetkan Rampung Juli 2026
