Viral Jual Cilok, Rumah Mewah dan Omzet Rp500 Ribu Sehari

Kartika D. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Viral Jual Cilok, Rumah Mewah dan Omzet Rp500 Ribu Sehari

Gambar atau konten salah?

Seorang penjual cilok keliling di Bondowoso mendadak viral di media sosial. Warganet menjulukinya 'Sultan' atau 'CEO yang menyamar'. Namanya Danil Abdul Azis (23), warga Desa Patemon, Kecamatan Tlogosari, Bondowoso. Setiap hari ia berjualan cilok di sekitar SPBU. Tapi begitu pulang, warganet melihat rumahnya yang mewah.

Rumah itu berukuran 15 x 20 meter. Lengkap dengan garasi dan mobil. Di balik kemewahan itu, ternyata ada cerita perjuangan, idealisme anak muda, dan restu keluarga yang sempat mentok.

Danil mengaku tidak pernah menyangka aktivitas sederhananya berdagang cilok bakal memancing perhatian jutaan pasang mata netizen di TikTok. Videonya sering masuk halaman For Your Page (FYP).

"Rumah itu sebenarnya pemberian dari mertua," kata Danil saat ditemui pada Jumat, 4 Juli 2026.

Ia menceritakan bahwa saat berjualan, ia sering mengunggah aktivitasnya di media sosial. Unggahan itu dibuatnya hanya untuk iseng saja.

"Tapi malah viral. Bahkan ada salah satu videonya yang dilihat 8,6 juta penonton," katanya.

Balada Ingin Hidup Mandiri tapi Ditentang Mertua

Keputusan ayah satu anak ini turun ke jalanan tidak berjalan mulus. Latar belakang keluarga sang istri yang tergolong berada membuat niat Danil berjualan cilok sempat ditolak keras oleh sang mertua. Faktor gengsi menjadi alasan utama.

Danil yang saat ditemui sedang ditemani oleh istrinya, Fera Faunia (21), menjelaskan inisiatif berjualan cilok itu karena ingin mandiri.

"Awalnya memang sempat ditolak oleh mertua. Karena mertua merasa masih mampu menghidupi anak dan menantunya," ujar Danil.

Mertua berpikir, imbuhnya, mempekerjakan orang lain di sawah saja mampu, masa anak sendiri tidak mampu.

"Namun saya bersama istri tetap bertekad untuk mandiri, meski cuma berjualan cilok," tukas Danil Abdul Aziz.

Demi menyiasati larangan awal, pasangan muda ini memulai bisnis dengan sistem di balik layar. Sang istri memproduksi bahan sementara Danil mempekerjakan orang lain sebagai tenaga pemasar.

Suatu hari, karyawan yang ditunjuk berhalangan masuk kerja. Bahan baku sudah terlanjur dimasak. Danil terpaksa turun tangan langsung menarik gerobak ke jalanan.

"Ternyata hasilnya luar biasa. Dagangan cilok ludes terjual," kenang Danil pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Mendengar laporan kesuksesan tersebut, sang istri langsung menceritakannya kepada orang tuanya. Keberhasilan dan ketekunan nyata Danil di lapangan akhirnya berhasil meluluhkan hati sang mertua. Izin resmi untuk berdagang pun diberikan.

"Saya sama sekali tidak gengsi berjualan cilok. Setiap hari mangkal di SPBU Tlogosari mulai pukul 8 pagi hingga pukul 3 sore," tuturnya.

Omzet Meningkat Tajam

Efek dari viralnya video TikTok Danil membawa dampak positif yang besar bagi usahanya. Kuantitas penjualan pentolnya meningkat hingga dua kali lipat dari biasanya.

Dalam sehari, imbuh ayah satu anak ini, ia bisa menjual hingga 5 plastik besar pentol. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat sejak videonya viral dan sering masuk For Your Page (FYP) di TikTok.

"Sekarang omzetnya sekitar 500 ribu per hari. Saya sama sekali bukan mencari popularitas di media sosial," ungkapnya.

Di akhir komunikasinya, Danil menegaskan bahwa misinya mengunggah konten murni untuk menularkan semangat kemandirian bagi generasi muda. Ia ingin anak muda tidak menggantungkan hidup pada orang tua ataupun mertua.

"Prinsip bahwa 100 persen hidup saya adalah 100 persen tanggung jawab saya sendiri," ujarnya.

"Siapa tahu dengan saya jualan cilok ini, nanti bisa membuat banyak gerobak dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain," pungkas Danil Abdul Aziz.

Kisah Danil menunjukkan bahwa kemandirian tidak selalu harus dimulai dari bisnis besar. Berjualan cilok, meski sempat ditentang karena faktor gengsi, justru menjadi jalan baginya untuk membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan bisa membuahkan hasil. Dukungan istri dan akhirnya restu mertua menjadi kunci keberhasilan usahanya. Viral di media sosial hanyalah bonus yang mempercepat pertumbuhan bisnisnya.

penjual cilok viralkisah mandirirestu mertuaomzet meningkatBondowosoTikTok FYP

Komentar

Memuat komentar...