Guru 87 Tahun, 63 Tahun Mengabdi
Gambar atau konten salah?
Seorang perempuan berusia 87 tahun di Surabaya membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk terus berkarya. Namanya Chamimah. Ia adalah adik dari Wakil Presiden RI ke-6, Try Sutrisno. Selama hampir 63 tahun, Chamimah mengabdikan dirinya sebagai seorang guru. Kini, di usianya yang senja, ia masih aktif mengajar di TK Masa Putra Bakti Surabaya.
Perjalanan panjangnya sebagai pendidik dimulai pada tahun 1963. Saat itu, TK Masa Putra Bakti Surabaya menjadi tempat pertama ia memulai karier. Pada tahun 1977, ia sempat diangkat menjadi guru di SD Banyu Urip Surabaya. Setelah pensiun pada tahun 2021, Chamimah memilih untuk kembali ke TK Masa Putra Bakti Surabaya. Ia kembali mengabdi, mengajar anak-anak usia dini.
Mengapa ia memilih menjadi guru? Jawabannya sederhana. "Saya ingin membagikan ilmu saya kepada anak-anak, harus kuliah S1," ujarnya dalam wawancara dengan YouTube CNN Indonesia, Rabu 15 Juni 2026. Chamimah mengaku memang menyukai anak-anak. Ia juga ingin mengabdi kepada negara melalui dunia pendidikan.
Semangatnya untuk belajar tidak pernah padam. Di usia 78 tahun, tepatnya pada tahun 2020, Chamimah berhasil lulus dari Prodi Pendidikan Guru PAUD Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya. Ia tercatat sebagai lulusan tertua di program studi tersebut. Tugas akhirnya berjudul "Kecerdasan Bahasa Anak Usia Dini Kelompok A TK Masa Putra Bhakti Surabaya Tahun Pelajaran 2019-2020".
"Alhamdulillah saya menamatkan studi di PG PAUD UM Surabaya," kata Chamimah dalam laman UM Surabaya, Rabu 15 Juli 2026. Ia menceritakan bahwa proses perkuliahan terasa mudah dipahami. Ia tidak pernah absen dari kelas. "Saat proses perkuliahan saya tidak pernah membolos, umpama tidak hadir pun ya karena faktor tidak enak badan," ungkapnya.
Selama kuliah, Chamimah memiliki banyak teman yang usianya seusia anak dan cucunya. Namun, justru mereka yang menjadi motivasi. "Mereka yang memotivasi saya untuk terus belajar dan menyelesaikan studi tepat waktu," tambahnya.
Menurut Chamimah, tidak ada kata terlambat untuk belajar. "Saya bersyukur akhirnya mampu menyelesaikan studi di usia senja, dan tidak ada kata terlambat selama kita bertekat bersungguh-sungguh untuk belajar," ujarnya. Ia menegaskan bahwa usia bukanlah penghambat. Yang terpenting adalah tekad yang kuat.
Chamimah mengaku mendapatkan semangat belajar dan jiwa patriotisme dari kakaknya, Jenderal (Purn) Try Sutrisno. "Semangat belajar dan kepatriotan turun dari kakak saya," ungkapnya. Sosok Try Sutrisno yang pernah menjadi Wakil Presiden RI ke-6 mendampingi Presiden Soeharto menjadi panutan baginya.
Kisah Chamimah menjadi contoh nyata bahwa dedikasi dan semangat belajar tidak mengenal usia. Dari seorang guru yang mengabdi selama lebih dari enam dekade, hingga seorang mahasiswa yang lulus di usia senja, ia menunjukkan bahwa komitmen terhadap pendidikan bisa dijalankan seumur hidup. Keinginannya untuk terus berbagi ilmu kepada anak-anak menjadi pendorong utama di balik semua pencapaiannya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait