15 Kampus Indonesia Buka Jurusan AI
Gambar atau konten salah?
Bidang Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menjadi salah satu bidang yang paling banyak dicari di dunia industri. Perkembangan AI yang pesat membuat banyak perusahaan membutuhkan tenaga ahli di bidang ini. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, sejumlah universitas di Indonesia sudah mulai membuka jurusan khusus AI.
Berikut adalah daftar perguruan tinggi yang memiliki jurusan AI:
- Universitas Indonesia, dengan Jurusan Kecerdasan Artifisial
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dengan Jurusan Rekayasa Kecerdasan Artifisial
- Universitas Airlangga, yang menawarkan Jurusan Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan serta Teknologi Sains Data
- Universitas Pendidikan Indonesia, dengan Jurusan Mekatronika dan Kecerdasan Buatan
- Institut Pertanian Bogor, dengan Jurusan Kecerdasan Buatan
- Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie, dengan Jurusan Teknik Robotik dan Kecerdasan Buatan
- Universitas Negeri Surabaya, dengan Jurusan Kecerdasan Artifisial
- Binus University, dengan Jurusan Artificial Intelligence
- Universitas Kristen Indonesia, dengan Jurusan Kecerdasan Buatan
- Universitas Muhammadiyah Surakarta, dengan Jurusan Kecerdasan Buatan
- Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, dengan Jurusan Teknik Robotik dan Kecerdasan Buatan
- Universitas Harapan Bangsa, dengan Jurusan Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan
- Universitas Bunda Mulia, dengan Jurusan Kecerdasan Buatan
- Universitas Komputer Indonesia, dengan Jurusan Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan
- Universitas Sunan Gresik, dengan Jurusan Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan
- Universitas Pembangunan Panca Budi, dengan Jurusan Kecerdasan Buatan
Lulusan jurusan AI memiliki prospek karier yang cukup luas. Berdasarkan informasi dari Binus University, berikut beberapa peluang kerja yang bisa diambil:
AI Engineer adalah profesi yang memanfaatkan teknologi AI dan machine learning untuk mengembangkan aplikasi serta sistem IT. Seorang AI engineer bisa membantu perusahaan memangkas biaya pengembangan perangkat dan meningkatkan produktivitas.
Data Analyst juga menjadi pilihan karier bagi alumni jurusan AI. Tugasnya adalah mengatur dan mengubah data menjadi informasi yang berguna untuk meningkatkan performa perusahaan.
Robotic Engineer menggunakan AI dan machine learning untuk meningkatkan kinerja sistem robot. Profesi ini membutuhkan keahlian di bidang perangkat keras atau hardware.
Business Intelligence Developer bertugas merancang program yang khusus digunakan untuk aktivitas business intelligence. Pekerjaan ini mencakup merancang dan menguji alat query, model data, serta visualisasi data.
AI Product Manager memiliki tugas yang mirip dengan product manager pada umumnya. Tanggung jawab utamanya adalah mengembangkan dan meluncurkan produk yang berbasis AI.
Permintaan tenaga kerja di bidang AI terus meningkat seiring dengan adopsi teknologi ini di berbagai sektor industri. Universitas-universitas di Indonesia pun mulai beradaptasi dengan membuka program studi yang relevan, sehingga lulusan siap bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
