85 Perusahaan Asing Berebut Proyek Sampah Jadi Listrik

Maya K. · 3 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
85 Perusahaan Asing Berebut Proyek Sampah Jadi Listrik

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Kepala Investasi atau Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy (WtE) yang tengah digenjot pemerintah saat ini mendapat sambutan hangat dari investor luar negeri. Ketertarikan itu terlihat dari banyaknya peserta yang mendaftar dalam proses lelang proyek tersebut.

Pada fase pertama, ada 24 perusahaan yang ikut serta dalam proses penawaran setelah melalui seleksi dari ratusan peminat awal. Angka itu melonjak drastis di fase kedua. Jumlah peserta lelang bertambah menjadi 85 perusahaan.

"Ini ada 85 (perusahaan). Ada yang dari Eropa, ada yang dari China juga ada, dari Jepang, Korea, Singapur, Timur Tengah, jadi jauh lebih diversified," kata Pandu dalam acara Waste to Energy Talks di Jakarta Pusat, Kamis (16 Juli 2026).

Menurut Pandu, kondisi ini menunjukkan bahwa proyek yang mengubah sampah menjadi listrik memiliki nilai ekonomi tersendiri. Banyak investor yang tertarik, meskipun Danantara sudah memasang sejumlah persyaratan yang cukup ketat. Para investor asing tetap berminat besar.

"Rupanya private sector sangat tertarik walaupun kita di situ sudah taruh peraturan Anda harus bawa financing-nya, kedua Anda harus make sure punya track record dengan teknologi," paparnya.

Pandu memastikan proses seleksi perusahaan yang bisa menjadi mitra proyek ini berjalan ketat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah asal negara perusahaan tersebut.

"So far prosesnya sangat ketat, Alhamdulillah semua mencoba melobi, Alhamdulliah kita seobjektif mungkin dan kita juga make sure ini bukan satu dua perusahaan saja yang menang," jelas Pandu.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan. Tidak boleh ada satu negara yang mendominasi proyek ini. Jika hanya mengandalkan satu negara, risiko terhadap counterparty bisa lebih besar.

"Karena kalau full objectivity, satu pemain menang bisa 3-4 tempat. Tapi kita harus balance, dan nggak bisa dari satu negara. Kalau enggak nanti juga counterparty risk buat kita. Kalau ada apa-apa kita dengan negara itu. Jadi kita make sure yang ini dari beberapa negara beda," ujarnya lagi.

Selain perusahaan asing, sejumlah perusahaan lokal juga ikut menjadi mitra proyek PSEL tahap dua. Danantara telah mengumumkan delapan perusahaan yang terpilih dalam proses seleksi mitra pengembang dan pengelola PSEL.

"Perusahaan lokal juga memiliki track record yang cukup pas, enggak bisa terlalu kecil nanti bisa menimbulkan risk kepada daerah-daerah yang ada. Kita perlu sudah ada track record juga dari perusahan nasional tersebut, paling tidak dalam urusan energi, dalam urusan di local area tersebut," jelas dia.

Berikut adalah daftar mitra terpilih untuk proyek PSEL tahap kedua:

  1. SUEZ-IAN Consortium (SUEZ Insan Asia) untuk proyek di Medan Raya
  2. Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni) untuk proyek di Kabupaten Bekasi
  3. Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas) untuk proyek di Lampung Raya
  4. Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE) untuk proyek di Serang Raya
  5. Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Veolia) untuk proyek di Semarang Raya
  6. Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS) untuk proyek di Surabaya Raya
  7. MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA) untuk proyek di Bogor Raya 2
  8. Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC) untuk proyek di Yogyakarta Raya

Dari delapan mitra yang terpilih, empat di antaranya merupakan konsorsium yang dipimpin oleh entitas asal Indonesia. Dua konsorsium dipimpin oleh perusahaan asal Perancis, dan dua konsorsium lainnya dipimpin oleh perusahaan asal China.

"Ada yang dari dalam negeri, ada yang dari luar negeri. Baik dari Prancis, Tiongkok, ada juga yang dari Indonesia. Kita nggak bisa juga tergantung pada satu tempat Kita harus diversifikasi," tegasnya.

Proyek PSEL ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik. Dengan melibatkan investor asing dan lokal, proyek ini diharapkan dapat berjalan di berbagai daerah di Indonesia. Proses seleksi yang ketat dan diversifikasi asal negara mitra menjadi strategi untuk mengurangi risiko dan memastikan proyek berjalan lancar.

PSELwaste to energyinvestor asingDanantaraPandu Sjahrirlelang proyekmitra terpilih

Komentar

Memuat komentar...