Menteri PU Batal ke AS, Pilih Tinjau Jembatan di Aceh
Gambar atau konten salah?
Surat perjalanan dinas Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo ke New York, Amerika Serikat, ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, Dody mengaku perjalanan itu batal.
"Batal-batal. Kalau ke Amerika batal," ujar Dody kepada wartawan usai meninjau Jembatan Enang-Enang di Bener Meriah, Aceh, pada Rabu, 08 Juli 2026. Jembatan itu sebelumnya diperbaiki oleh warga setempat.
Dody mengaku sudah beberapa kali mengunjungi Amerika Serikat. Kali ini, ia lebih memilih datang ke Gayo. "Saya lebih memilih ke Enang-Enang," jelasnya.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa Dody, istri, dan anaknya akan menonton Final Piala Dunia menggunakan uang negara. Kementerian PU membantah keras kabar tersebut. Mereka memastikan tidak ada dana APBN yang dipakai untuk membiayai keluarga Dody dalam kunjungan ke AS.
Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Apri Artoto, menjelaskan bahwa surat yang viral itu hanyalah dokumen administrasi. Dokumen itu diterbitkan untuk memenuhi syarat pengurusan visa melalui Kementerian Luar Negeri. Surat tersebut bukanlah persetujuan perjalanan dinas atau bukti penggunaan anggaran negara.
"Yang perlu kami tegaskan adalah tidak ada penggunaan APBN untuk pembiayaan anggota keluarga ataupun kepentingan pribadi. Apabila nantinya terdapat anggota keluarga yang mendampingi, seluruh pembiayaannya menggunakan dana pribadi," tegas Apri dalam keterangan tertulis pada Selasa, 07 Juli 2026.
Menurut Apri, rencana perjalanan Menteri PU ke New York masih tentatif. Keberangkatan Dody dan rombongan tergantung pada prioritas tugas negara di dalam negeri. Beberapa prioritas itu meliputi penanganan pascabencana, percepatan pembangunan Sekolah Rakyat, dan kesiapsiagaan menghadapi potensi El Nino.
Apri juga menerangkan alasan nama anggota keluarga tercantum dalam surat administrasi. Hal itu dilakukan setelah koordinasi dengan Kemenlu. Dalam proses pengurusan visa, nama pendamping disarankan untuk dicantumkan dalam satu surat sebagai kelengkapan administrasi.
Kementerian PU menegaskan bahwa keberadaan nama anggota keluarga dalam dokumen itu tidak berarti ada penggunaan APBN atau kepastian keberangkatan.
Mengenai beredarnya dokumen internal tersebut, Kementerian PU saat ini sedang menyelidiki sumber kebocoran. Jika terbukti berasal dari internal dan melanggar aturan pengelolaan dokumen, akan ada tindakan sesuai peraturan yang berlaku.
Kementerian PU mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak lengkap dan selalu mengutamakan fakta. Mereka memastikan seluruh penggunaan anggaran negara dilakukan secara akuntabel, transparan, dan sesuai peraturan perundang-undangan.
Dody membatalkan perjalanan ke AS dan memilih meninjau jembatan di Aceh. Sementara itu, Kementerian PU masih menelusuri siapa yang membocorkan dokumen internal ke publik. Dokumen itu sendiri hanyalah syarat administrasi visa, bukan bukti perjalanan dinas yang didanai negara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
