Jembatan Baru di Bengkalis, Warga Kini Tak Lagi Memutar
Gambar atau konten salah?
Masyarakat di dua desa di Bengkalis, yaitu Desa Ketam Putih dan Desa Pematang Duku Timur, kini bisa bernapas lebih lega. Sebuah jembatan baru bernama Jembatan Merah Putih Presisi Polda Riau telah diresmikan. Bagi warga setempat, jembatan ini bukan sekadar bangunan beton dan besi. Ini adalah jalan harapan yang selama ini mereka nantikan.
Peresmiannya dilakukan bersamaan dengan 80 unit jembatan serupa lainnya yang merupakan bagian dari program Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Polda Riau. Acara utama berlangsung di Jalan Simpang Tiga Dusun Sungai Seliau, Desa Ketam Putih. Kegiatan ini dipusatkan di Kota Dumai dan diikuti secara virtual oleh berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir langsung dalam acara tersebut.
Mewakili Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Siregar, Wakapolres Kompol Noak Pembina Aritonang menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini adalah wujud nyata dari semangat kebersamaan. Ada juga semangat gotong royong dan kepedulian Polri terhadap masyarakat.
"Jembatan ini bukan hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi jalan harapan bagi anak-anak sekolah, mempercepat akses masyarakat, memperlancar roda perekonomian, serta membuka peluang kemajuan bagi warga sekitar," kata Noak.
Jembatan ini menghubungkan Desa Ketam Putih dengan Desa Pematang Duku Timur. Sebelumnya, akses antara kedua desa cukup sulit. Para pelajar, misalnya, harus menempuh jalur yang lebih jauh dan memutar hanya untuk sampai ke sekolah. Kini, perjalanan mereka menjadi lebih pendek dan aman.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis, melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis Hambali, memberikan apresiasi kepada Polda Riau dan Polres Bengkalis. Apresiasi ini terutama ditujukan untuk program pembangunan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di berbagai wilayah Provinsi Riau.
Program ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Mereka juga memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat. Jembatan ini adalah simbol kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan warga setempat. Kolaborasi itu, menurut mereka, mampu menghadirkan perubahan dan membangun harapan baru bagi generasi mendatang.
Dari fakta yang ada, program jembatan ini menunjukkan pergeseran peran kepolisian. Tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pembangunan infrastruktur di daerah terpencil. Dampaknya langsung terasa pada mobilitas sehari-hari warga, terutama anak-anak sekolah dan pelaku ekonomi lokal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Jembatan Baru di Bengkalis, Warga Kini Tak Lagi Memutar
Pemkab Gowa Dukung Penuh Muktamar V Wahdah Islamiyah
Polusi Batubara Pangandaran: Logam Berbahaya di Dasar Laut
Anak-Anak Nekat Seluncur di Bendung Pleret, Petugas: Bukan Tempat Wisata
Persebaya Datangkan 11 Pemain Baru untuk Musim Depan
MUI Jatim Desak Sanksi Pidana untuk LGBT
Bellingham Cetak Dua Gol, Inggris ke Perempatfinal Piala Dunia
Apriyani Rahayu Pindah ke Ganda Campuran
