Tiga Calon Rektor Unri Ditetapkan
Gambar atau konten salah?
Proses pemilihan rektor baru di Universitas Riau (Unri) akhirnya memasuki babak baru. Setelah melalui tahapan penyaringan, delapan nama bakal calon rektor kini telah mengerucut menjadi tiga nama. Ketiga calon ini akan bersaing dalam pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Agustus mendatang.
Ketua Pemilihan Rektor Unri, Prof Rasuli, mengonfirmasi bahwa proses penyaringan telah rampung pada Rabu, 8 Juli 2026. "Hari ini penyaringan bakal calon menjadi calon rektor. Ya, dari delapan nama bakal calon menjadi 3 nama calon," ujarnya saat dimintai keterangan.
Proses penyaringan melibatkan 62 anggota senat universitas. Hasilnya, Mexsasai keluar sebagai peraih suara terbanyak. Mantan Dekan Fakultas Hukum Unri ini mengantongi 29 suara senat. Di posisi kedua, ada Ahmad Fadli dengan 13 suara. Sementara Jimmi Copriady menempati urutan ketiga dengan perolehan 11 suara senat.
Calon lainnya mendapat suara lebih sedikit. Iwantono meraih 4 suara. Elifizar, Firdaus, dan Nofrizal masing-masing hanya mendapat 2 suara. Satu nama, Aldrin, yang tercatat sebagai dosen PNS Universitas Padjadjaran dan kini bertugas di LLDikti Wilayah III Jakarta serta aktif mengajar di Perbanas Institute Jakarta, tidak mendapatkan satu pun suara dari senat.
Tiga calon dengan suara terbanyak inilah yang kemudian ditetapkan sebagai calon resmi. Nama-nama mereka selanjutnya akan dikirim ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Jakarta.
"Ketiga nama ini selanjutnya diteruskan ke kementerian. Tahap selanjutnya nanti dari kementerian melakukan screening untuk melihat rekam jejak masing-masing calon rektor. Tahapan berikutnya pemilihan pada 5 Agustus," jelas Prof Rasuli.
Uniknya, dalam pemilihan nanti, kementerian juga memiliki hak suara. "Ini tergantung kementerian, karena suara kementerian ada 35 persen. Nanti proses pemilihan dan perhitungan ada suara dari kementerian, senat tetap 62 suara," imbuhnya.
Ini berarti, meski senat memiliki jumlah suara lebih banyak, keputusan akhir tetap dipengaruhi oleh suara dari pemerintah pusat. Proses pemilihan rektor Unri kali ini menjadi menarik karena melibatkan dua pihak dalam penentuan pemimpin kampus selanjutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
