Hardiknas 2026: Peserta Pakai Pakaian Adat Sumatera

Rini S. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 72 dibaca
Bisik.id
Hardiknas 2026: Peserta Pakai Pakaian Adat Sumatera

Gambar atau konten salah?

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 kembali menonjolkan unsur budaya melalui pakaian adat. Inisiatif ini ditujukan agar setiap peserta dapat mengekspresikan rasa hormat terhadap warisan daerah sekaligus menumbuhkan cinta tanah air. Pakaian tradisional tidak hanya menambah kehangatan upacara, tetapi juga menjadi sarana sederhana untuk mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Menurut pedoman resmi yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, semua peserta Hardiknas 2026 wajib mengenakan pakaian adat daerah atau tradisional yang sederhana. Tujuan utama dari ketentuan ini adalah untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan melestarikan warisan budaya. Pakaian yang dipilih harus tetap sopan, tidak mengganggu mobilitas, dan tidak membebani selama upacara berlangsung. Sementara itu, petugas upacara diwajibkan mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) sesuai ketentuan yang berlaku di masing‑masing instansi.

Berikut adalah beberapa contoh pakaian adat khas Sumatera yang dapat menjadi inspirasi bagi peserta Hardiknas:

1. Aesan Gede (Sumatera Selatan)
Aesan Gede merupakan pakaian adat khas Palembang yang dikenal dengan nuansa emas dan tampilan mewah. Untuk pria, busana ini dilengkapi kain songket dan aksesoris khas yang memberi kesan berwibawa. Wanita mengenakan busana dengan hiasan kepala serta pernak‑pernik emas yang mencolok. Meski terkesan megah, Aesan Gede tetap dapat dipakai selama disesuaikan agar tidak berlebihan.

2. Ulee Balang (Aceh)
Pakaian adat Ulee Balang dikenal dengan tampilan elegan dan tegas. Pria mengenakan jas hitam lengkap dengan songket dan penutup kepala. Sementara wanita memakai baju kurung dengan aksen emas yang anggun. Busana ini cocok untuk upacara karena terlihat formal dan rapi.

3. Ulos (Sumatera Utara)
Ulos merupakan kain khas Batak yang sarat makna. Pria biasanya mengenakannya sebagai selempang yang dipadukan dengan pakaian formal. Wanita dapat memadukannya dengan kebaya atau busana adat lainnya. Motifnya yang khas membuat tampilan tetap tradisional namun elegan.

4. Bundo Kanduang (Sumatera Barat)
Busana ini identik dengan penutup kepala berbentuk tanduk. Wanita mengenakan baju kurung lengkap dengan songket dan aksesoris. Pria memakai pakaian adat penghulu dengan tampilan sederhana namun berwibawa.

5. Teluk Belanga & Kebaya Laboh (Riau dan Kepulauan Riau)
Teluk Belanga menjadi pilihan praktis untuk pria karena desainnya sederhana dan nyaman. Biasanya dipadukan dengan kain songket. Wanita mengenakan Kebaya Laboh yang longgar dan sopan, cocok untuk suasana formal.

6. Baju Kurung Tanggung (Jambi)
Pakaian adat Jambi ini memiliki ciri khas pada bagian lengan. Pria memadukannya dengan celana panjang dan kain songket. Wanita mengenakan baju kurung dengan tambahan aksesoris yang memperkuat kesan tradisional.

7. Paksian (Bangka Belitung)
Paksian dikenal dengan warna merah dan emas yang mencolok. Pria biasanya mengenakan penutup kepala khas. Wanita tampil dengan baju kurung dan aksesoris yang memberi kesan ceria namun tetap formal.

8. Saibatin dan Pepadun (Lampung)
Baju adat Lampung Saibatin identik dengan siger atau mahkota khas. Wanita mengenakan kain tapis lengkap dengan aksesoris. Pria memakai pakaian adat dengan sarung dan penutup kepala yang memberi kesan kuat dan berkarakter.

Untuk memastikan kenyamanan selama upacara, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Pilih bahan yang ringan dan tidak panas.
  • Gunakan aksesoris secukupnya.
  • Pastikan pakaian tetap sopan dan rapi.
  • Sesuaikan dengan aturan sekolah atau instansi.

Menggunakan pakaian adat saat Hardiknas bukan sekadar mengikuti imbauan, melainkan bentuk nyata melestarikan budaya. Dengan banyaknya pilihan dari Sumatera, peserta dapat tampil rapi sekaligus menunjukkan identitas daerah. Sudah siap memilih pakaian adat apa yang akan dikenakan di upacara Hardiknas 2026?

Artikel ini ditulis oleh Nadiya, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker.

Hardiknas 2026 menegaskan kembali pentingnya mengenalkan dan melestarikan budaya melalui pakaian adat. Dengan pedoman yang jelas dan berbagai pilihan busana tradisional, acara ini menjadi ajang bagi generasi muda untuk mengenal dan menghargai warisan leluhur. Pakaian adat yang dipilih tidak hanya memperindah suasana, tetapi juga menegaskan rasa kebanggaan terhadap tanah air.

Hardiknas 2026pakaian adatwarisan budayaSumaterakain songketPakaian Dinas UpacaraAbdul Mu'ti

Komentar

Memuat komentar...