Dapur Female Lampung: Mengajar Perempuan Memulai Usaha

Lina F. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Dapur Female Lampung: Mengajar Perempuan Memulai Usaha

Gambar atau konten salah?

Dian Pustika Syarifuddin, pemilik Dapur Female di Lampung, menegaskan bahwa memulai usaha tidak sekadar menciptakan produk atau pendapatan. Melalui kuliner yang ia jalankan, Dian memperlihatkan bahwa bisnis dapat menjadi ruang bagi perempuan lain untuk berpartisipasi dan bersinergi.

Ia menegaskan bahwa 70 persen ibu-ibu yang terlibat di Dapur Female adalah nasabah PNM Mekaar. “Ibu-ibu yang bekerja di Dapur Female ini sekitar 70 persen rata-rata adalah nasabah PNM Mekaar,” kata Dian dalam keterangan tertulis, 12 Juni 2026.

Dengan demikian, Dapur Female tidak hanya menjadi tempat produksi makanan, melainkan juga lingkungan belajar, kerja, dan pertumbuhan bersama. Dian memanfaatkan jaringan PNM untuk membuka peluang bagi perempuan yang belum memiliki modal atau pengalaman.

Selain fokus pada usaha lokal, Dian pernah diundang oleh dinas setempat untuk hadir di wilayah dengan tingkat praktik tuna susila yang tinggi. Di sana, ia berbagi keterampilan membuat kue, jajanan pasar, dan cara memulai usaha sederhana.

“Saya pernah diajak oleh dinas ke suatu tempat yang tingkat tuna susilanya cukup tinggi. Di sana saya mengajarkan apa yang bisa saya ajarkan, seperti cara bikin kue dan jajanan pasar. Tantangannya cukup berat karena awalnya ada penolakan, tapi alhamdulillah dari kelompok itu ada dua orang yang sekarang sudah punya toko kue sendiri,” ungkap Dian.

Dua orang tersebut kini berhasil menjalankan usaha kue, mulai dari risoles, dadar gulung, hingga jajanan pasar lainnya. Perjalanan mereka tumbuh secara bertahap: dari berjualan keliling menggunakan motor, kini sudah memiliki toko kue sendiri.

Melalui pendampingan PNM, Dian merasakan bahwa modal usaha tidak hanya berupa pembiayaan. PNM menyediakan tiga modal penting bagi nasabah: modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial. Modal finansial membantu pengembangan usaha, modal intelektual melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas, sementara modal sosial tumbuh lewat jejaring kelompok yang saling mengenal, mendukung, dan menguatkan.

Pendekatan berbasis kelompok di PNM Mekaar menjadi ruang penting bagi perempuan prasejahtera untuk membangun kepercayaan diri. Pertemuan kelompok tidak hanya tempat menerima pembiayaan, tetapi juga wadah berbagi cerita, pengalaman usaha, dan dukungan moral menghadapi tantangan kehidupan.

Dari Dapur Female di Lampung, Dian menunjukkan bahwa usaha ultra mikro dapat menjadi pintu perubahan. Bukan hanya bagi pemilik usaha, tetapi juga bagi perempuan yang bekerja, belajar, dan menemukan kembali keberanian untuk membangun masa depan yang lebih berdaya.

PNM terus berkomitmen mendampingi perempuan prasejahtera pengusaha ultra mikro melalui pembiayaan, pendampingan, dan penguatan jejaring sosial berbasis kelompok. Karena ketika satu perempuan berdaya, selalu ada peluang bagi perempuan lainnya untuk ikut tumbuh bersama.

Dengan pendekatan yang holistik, Dian dan PNM menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya tentang meningkatkan pendapatan, melainkan juga memperkuat jaringan sosial dan kapasitas intelektual. Hal ini membuka peluang bagi perempuan lain untuk mengikuti jejaknya, memperluas jaringan, dan memperkuat keberanian dalam berwirausaha.

Dapur FemalePNM Mekaarpemberdayaan perempuanusaha mikroLampungmodal sosialjaringan perempuan

Komentar

Memuat komentar...