Harga Ayam dan Telur Mulai Naik Pasca Bulan Suro

Putri N. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Harga Ayam dan Telur Mulai Naik Pasca Bulan Suro

Gambar atau konten salah?

Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan bahwa harga ayam dan telur di tingkat peternak mulai merangkak naik. Kenaikan ini terjadi seiring dengan berjalannya kembali program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya sempat dihentikan sementara selama masa libur sekolah.

I Gusti Ketut Astawa, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, mengatakan bahwa berakhirnya bulan Suro—bulan pertama dalam kalender Jawa—juga turut mendorong pemulihan permintaan. Sebelumnya, harga kedua komoditas ini sempat tertekan selama beberapa waktu.

"Dari data kami dan kami nanya juga teman-teman peternak, relatif sudah mulai merangkak. Jadi MBG itu ada pengaruhnya, kemudian sebenarnya bulan sura itu juga pengaruh besar," ujar Ketut di Kantor Kemenko bidang Perekonomian pada Selasa, 14 Juli 2026.

Ia menjelaskan, selama bulan Suro permintaan ayam dan telur menurun drastis. Pasalnya, banyak kegiatan hajatan seperti pernikahan yang terhenti selama periode tersebut. Akibatnya, harga di tingkat peternak ikut terkoreksi ke bawah. Namun setelah bulan Suro berakhir, ditambah dengan dimulainya kembali kegiatan sekolah dan program MBG, permintaan pun kembali meningkat.

"Karena bulan kemarin itu relatif itu bulan sura, sehingga acara-acara mantenan dan lain sebagainya kan terhenti sehingga permintaan terkait dengan ayam dan telur itu relatif menurun sehingga harga terkoreksi. Nah dengan melewati bulan sura, sekaligus juga mulai masuk anak sekolah, MBG juga mulai. Ini merangkak sudah mulai naik," bebernya.

Saat ini, harga telur di tingkat peternak berada di kisaran Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per kilogram. Sementara itu, harga ayam hidup berkisar antara Rp 19.000 hingga Rp 20.000 per kilogram. Menurut Ketut, tren kenaikan harga diperkirakan masih akan berlanjut dalam waktu dekat.

"Sekarang ayam sekitar Rp19-20 ribu. Hampir mirip-mirip. Tapi sekali lagi dengan mulainya MBG, kemudian melewati bulan Suro, ini krusial banget, cuman di Jawa. Nah karena ini sudah dilewati, tentu harga akan mulai terkoreksi positif bagi peternak kita," tutup Ketut.

Kenaikan harga ini menjadi kabar baik bagi para peternak yang sebelumnya harus menahan harga jual rendah akibat menurunnya permintaan. Faktor musiman seperti bulan Suro dan dimulainya kembali program MBG menjadi dua pendorong utama yang membuat harga kembali pulih. Dengan berakhirnya periode sepi permintaan, peternak kini bisa bernapas lega karena harga mulai bergerak ke arah yang lebih menguntungkan.

harga ayamharga telurpeternakBulan SuroMakan Bergizi GratisBadan Pangan Nasionalpermintaan

Komentar

Memuat komentar...