Bapanas Target Salurkan Beras 10 Kg ke 33,24 Juta KPM Agustus
Gambar atau konten salah?
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menargetkan penyaluran bantuan pangan beras 10 kilogram pada Agustus mendatang. Saat ini, pengajuan anggaran untuk program tersebut masih dalam proses review oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan anggaran ke Kemenkeu. "Tentunya kami sudah melakukan, prosesnya mengajukan anggaran ke Kemenkeu, sedang direview oleh Kementerian Keuangan. Nanti kalau sudah masuk ke DIPA Badan Pangan Nasional, tentu nanti Bapak Kepala Badan menugaskan," ujar Ketut saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Selasa, 14 Juli 2026.
Bantuan pangan tahap kedua ini rencananya akan menyasar 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Program ini diperuntukkan untuk tiga bulan ke depan, dan penyalurannya akan dilakukan sekaligus mulai Agustus. "Kita diputuskan akan dilakukan sekaligus kan di bulan Agustus mungkin sampai September karena kondisi geografis," jelas Ketut.
Ketut menegaskan bahwa untuk bantuan pangan tahap kedua ini, fokus pemerintah masih pada komoditas beras. Sementara itu, terkait bantuan pangan lain seperti daging ayam dan telur yang sempat diusulkan, kebijakan tersebut masih menunggu arahan lebih lanjut dari rapat koordinasi terbatas (Rakortas). "Belum ada keputusan rakortas, tentu nanti kita masih menunggu jika-jika dimungkinkan untuk diputuskan, kita lakukan," imbuh ia.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani buka-bukaan soal nasib bantuan pangan beras yang direncanakan berlanjut pada Juli ini hingga tiga bulan ke depan. Rencananya, bantuan ini akan berupa beras 10 kilogram. Rizal memastikan program bantuan pangan beras akan kembali berlanjut. Pasalnya, stok beras Bulog saat ini masih cukup untuk bantuan program tersebut.
Hanya saja, saat ini, Bulog belum menerima penugasan dari Bapanas untuk menyalurkan bantuan tersebut. Hal ini karena Bapanas masih menunggu terbitnya anggaran belanja tambahan (ABT) dari Kemenkeu. "Oh ya, bantuan ini akan berlanjut. Kita lagi nunggu penugasannya turun dari Bapanas. Karena Bapanas juga tidak berani menugaskan kami walaupun kita ada stok berasnya kalau belum turun anggarannya. ABT-nya belum keluar. Menunggu ABT dari Kemenkeu," ujar Rizal saat ditemui di Kantor Bulog, Jakarta, pada Senin, 13 Juli 2026.
Dengan target 33,24 juta KPM dan stok beras Bulog yang masih mencukupi, program bantuan pangan ini tinggal menunggu persetujuan anggaran dari Kemenkeu. Penyaluran dijadwalkan mulai Agustus, meskipun kondisi geografis Indonesia yang luas bisa mempengaruhi waktu pendistribusian hingga September.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Ditutup Hijau, Naik Tipis ke 6.039
Harga Minyakita Masih di Atas HET, Pemerintah Perketat Distribusi
DJKA Dapat Rp 4,65 Triliun dari Rp 8,05 Triliun Usulan
Indonesia Berlakukan B50, SPBU Wajib Jual Mulai Oktober 2026
Menkeu: Beli Saham, Jual Dolar! S&P Akui RI
Inflasi Juni 3,34%, Tito Sebut Terkendali
Berita Terbaru
Purbaya: S&P Lebih Adil dari Moody's dan Fitch
Bapanas Target Salurkan Beras 10 Kg ke 33,24 Juta KPM Agustus
Paus 7,7 Meter Mati di Pantai Perancak
Kapolda-Kejati Bali Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Gubernur Jabar Datangi Korban, Minta Pelaku Pengeroyokan Menyerah
Lamine Yamal Makan Malam Disuapi Salt Bae