Harga Minyak Naik, Mendag Khawatirkan Neraca Dagang

Jaka M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Harga Minyak Naik, Mendag Khawatirkan Neraca Dagang

Gambar atau konten salah?

Harga minyak mentah global sempat menyentuh angka US$ 104 per barel pada Senin lalu. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengkhawatirkan lonjakan ini bisa mempengaruhi neraca perdagangan Indonesia.

Menurut Budi, pergerakan harga minyak saat ini mirip dengan kondisi yang terjadi pada April-Mei sebelumnya. Ia berharap gejolak harga ini tidak menyebabkan neraca perdagangan kembali defisit.

"Memang kemarin sempat harga minyak naik lagi seperti pada bulan April-Mei kalau nggak salah. Ya, harapan kita, yang kita lakukan adalah bagaimana ekspor kita terus meningkat, karena jangan sampai defisit minyak ini nanti mempengaruhi surplusnya nonmigas," kata Budi di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa.

Pada Juli 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$ 120 juta. Ini terjadi setelah dua bulan sebelumnya, Mei dan Juni, Indonesia mengalami defisit perdagangan.

Budi berharap defisit di sektor migas tidak terlalu besar. Dengan begitu, surplus yang sudah ada bisa dipertahankan dan bahkan ditingkatkan.

"Jadi yang migas jangan terlalu besar defisitnya, sehingga surplus ini bisa kita tingkatkan. Tapi kita tingkatkan terus ya, karena kalau misalnya peningkatan surplusnya nggak signifikan, ya takutnya nanti defisit lagi," jelasnya.

Salah satu langkah yang diambil pemerintah adalah mendorong ekspor melalui Trade Expo Indonesia (TEI). Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 14-18 Oktober.

Budi menyebut antusiasme pembeli cukup tinggi tahun ini. Hingga September 2026, lebih dari 4.000 buyer sudah mengonfirmasi kehadiran mereka.

"Jadi biasanya kalau akhir September memang mendekati 4.000, nah nanti bisa dua kali lipat seperti tahun lalu, ya karena mereka ngasih konfirmasinya biasanya seminggu, dua minggu sebelum hari itu para buyer baru ngasih konfirmasi," ujar Budi.

Kenaikan harga minyak dunia dipicu oleh serangan rudal dan drone yang dilancarkan kelompok Houthi Yaman ke Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu. Serangan ini meningkatkan ketegangan di Timur Tengah, terutama di tengah kebuntuan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada Senin, harga minyak mentah Brent naik 81 sen atau 0,78% menjadi US$ 104,68 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di level US$ 101,06 per barel, naik 76 sen atau 0,76%.

Kondisi ini menunjukkan betapa rapuhnya keseimbangan neraca perdagangan Indonesia terhadap gejolak harga minyak dunia. Surplus yang baru saja terbentuk bisa lenyap jika harga minyak terus merambak naik.

harga minyak mentahneraca perdagangandefisiteksporsurplusmigasTrade Expo Indonesia

Komentar

Memuat komentar...