Hari Kenaikan Yesus: Jadwal Misa Makassar 14 Mei 2026

Yuli S. · 5 min baca · 2 bulan lalu · 199 dibaca
Bisik.id
Hari Kenaikan Yesus: Jadwal Misa Makassar 14 Mei 2026

Gambar atau konten salah?

Kenaikan Yesus Kristus adalah hari penting bagi umat Kristiani, menandai kenaikan-Nya ke surga setelah kebangkitan. Pada tahun 2026, peringatan ini jatuh pada Kamis, 14 Mei 2026, tepat 40 hari setelah Hari Raya Paskah.

Di Indonesia, umat Katolik merayakan hari ini dengan misa di gereja. Jadwal misa berbeda-beda: beberapa gereja menggelar misa pagi dan sore, sementara yang lain hanya satu kali. Beberapa gereja bahkan menambahkan misa malam sebelumnya sesuai jumlah jemaat.

Berikut informasi jadwal misa di Makassar, kota di Sulawesi Selatan. Paroki di kota ini menyiapkan beberapa sesi untuk memudahkan umat mengikutinya.

  • Paroki Kristus Raja Andalas – Jalan Andalas Nomor 61, Makassar, Sulawesi Selatan
    • 07.00 Wita
    • 09.00 Wita
    • 17.00 Wita
  • Paroki Maria Ratu Rosari Kare – Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 28, Makassar, Sulawesi Selatan
    • 08.00 Wita
    • 18.00 Wita
  • Paroki Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga Mamajang – Jalan Tupai Nomor 1, Makassar, Sulawesi Selatan
    • 08.30 Wita
    • 17.00 Wita
  • Paroki Santo Fransiskus Asisi Panakkukang – Jalan Letjen Hertasning Nomor 102, Makassar, Sulawesi Selatan
    • 08.30 Wita
    • 18.30 Wita

Untuk umat di wilayah lain, jadwal misa dapat dipantau melalui kanal resmi atau media sosial gereja masing-masing.

Berikut bacaan liturgi pada Hari Kenaikan Yesus Kristus, berdasarkan kalender liturgi Iman Katolik.

  1. Berita I: Kis. 1:1-11
  2. Berita II: Ef. 1:17-23
  3. Berita Injil: Matius 28:16-20

Berita I berisi kata-kata panjang yang diawali: “Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang? Demikian kata-Nya? “telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.” Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

Berita II memuat permohonan kepada Allah: “Dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.”

Berita Injil mengutip: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.” Setelah Yesus bangkit, kesebelas murid berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia, mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.”

Renungan harian pada Hari Kenaikan Yesus Kristus menyoroti misi umat sebagai saksi kasih. Dalam teksnya, disebutkan: “Sebelas murid pergi ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Di sana, di tempat yang penuh memori perjalanan bersama Sang Guru, mereka melihat Yesus yang telah bangkit. Reaksi mereka campur aduk. Ada yang langsung menyembah-Nya dengan penuh iman, namun tidak sedikit pula yang masih dirundung ragu. Menariknya, Yesus tidak memarahi mereka yang bimbang. Yesus justru mendekat. Dia tahu bahwa kelemahan manusiawi kita sering kali membuat kita ragu akan penyertaan-Nya. Dengan penuh kasih, Dia merangkul segala keraguan itu dan memberikan sebuah tugas yang luar biasa agung.”

Selanjutnya, renungan menekankan panggilan: “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku,” sabda-Nya. Tugas ini bukan sekadar perintah biasa, melainkan sebuah kepercayaan besar. Kita diutus bukan karena kita sempurna, melainkan karena kita telah mengalami kasih dan kuasa kebangkitan-Nya. Mengajar dan membaptis dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah panggilan kita semua. Kita diutus untuk membawa kedamaian, menyatakan kebenaran, dan membagikan kasih Allah yang inklusif kepada siapa saja, tanpa terkecuali. Misi ini tentu tidak mudah. Di tengah dunia yang sering kali dipenuhi tantangan, penolakan, dan ketidakpastian, kita mungkin merasa kecil dan tidak berdaya untuk bersaksi. Namun, Yesus memberikan jaminan yang menguatkan hati kita: “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” Ini adalah janji setia yang tidak pernah kedaluwarsa. Kita tidak pernah berjalan sendirian. Dalam setiap hela napas, usaha, dan pelayanan kita, Yesus senantiasa hadir dan menopang kita. Mari melangkah dengan berani sebagai saksi-saksi-Nya yang hidup.

Makna teologis kenaikan Yesus ke surga menjelaskan bahwa Ia memasuki tempat kudus di surga untuk selamanya, sekaligus menjadi pengantara yang terus mencurahkan Roh Kudus kepada umat. Kenaikan ini menandai langkah masuk yang definitif dari kodrat manusiawi Yesus ke dalam kemuliaan Allah di surga, yang akan datang kembali namun sementara tersembunyi bagi pandangan manusia. Sebagai Kepala Gereja, Ia memimpin umat masuk ke dalam kerajaan kemuliaan Bapa, sehingga kita semua dapat hidup dalam harapan dan bersama-Nya selamanya.

Dengan demikian, jadwal misa Kenaikan Yesus Kristus 2026 lengkap dengan bacaan, renungan, dan makna telah tersedia. Umat dapat mengikuti misa sesuai jadwal yang telah ditetapkan, membaca bacaan liturgi, merenungkan pesan Yesus, dan mengingat bahwa Ia tetap menyertai kita sampai akhir zaman. Ini memberi dasar bagi umat untuk melangkah sebagai saksi kasih-Nya dalam kehidupan sehari‑hari.

Kenaikan Yesus KristusMakassarMisaLiturgi KatolikParoki Kristus Raja AndalasParoki Maria Ratu RosariParoki Santo Fransiskus Asisi Panakkukang

Komentar

Memuat komentar...