12 Juli: Hari Koperasi Nasional ke-79

Cahyo S. · 5 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
12 Juli: Hari Koperasi Nasional ke-79

Gambar atau konten salah?

Tanggal 12 Juli 2024 jatuh pada hari Sabtu. Ada beberapa peringatan penting yang dirayakan pada hari itu, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Berikut adalah daftar dan penjelasannya.

Hari Koperasi Nasional

Di Indonesia, tanggal 12 Juli diperingati sebagai Hari Koperasi Nasional. Tahun ini, peringatannya memasuki usia ke-79.

Mengusung tema "Koperasi Berdaya Indonesia Berjaya". Koperasi Berdaya berarti memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Tujuannya meningkatkan kapasitas anggota, pelaku UMKM, dan masyarakat. Caranya melalui akses ke permodalan, pasar, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia. Koperasi yang berdaya adalah lembaga yang sehat, profesional, inovatif, dan berkelanjutan. Ini bisa meningkatkan kesejahteraan anggotanya secara nyata.

Sementara Indonesia Berjaya menggambarkan cita-cita ekonomi nasional yang tangguh, inklusif, dan berkeadilan. Semua itu diwujudkan melalui koperasi yang modern dan berdaya saing. Semakin kuat peran koperasi di seluruh Indonesia, semakin besar kontribusinya. Kontribusi itu untuk memperkuat struktur ekonomi nasional dan mendukung Indonesia Emas 2045.

Sejarah Hari Koperasi Nasional tidak bisa dilepaskan dari perkembangan gerakan koperasi di Indonesia. Gerakan ini sudah dimulai sejak masa kolonial. Tonggak awalnya pada 16 Desember 1896. Saat itu, Raden Aria Wiraatmadja mendirikan Hulp en Spaarbank di Purwokerto. Lembaga ini dikenal sebagai salah satu cikal bakal gerakan koperasi. Tujuannya membantu masyarakat mendapatkan akses layanan keuangan.

Seiring waktu, semangat berkoperasi terus berkembang. Beberapa organisasi pergerakan nasional seperti Budi Utomo, Sarekat Dagang Islam, dan Studie Club ikut mendorongnya. Organisasi-organisasi itu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mereka juga menanamkan nilai gotong royong dan kemandirian.

Setelah Indonesia merdeka, berbagai organisasi koperasi dari berbagai daerah bersatu. Mereka menggelar Kongres Koperasi Indonesia pertama di Tasikmalaya pada 12 Juli 1947. Kongres itu dihadiri sekitar 500 utusan dari seluruh Indonesia. Ini menjadi tonggak penting dalam sejarah gerakan koperasi nasional.

Salah satu keputusan utama kongres adalah menetapkan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi. Sejak saat itu, tanggal tersebut diperingati setiap tahun. Ini menjadi momentum untuk mengenang sejarah, memperkuat semangat berkoperasi, dan mendorong peran koperasi dalam pembangunan ekonomi nasional.

Hari Internasional Penanggulangan Badai Pasir dan Debu

Hari Internasional Penanggulangan Badai Pasir dan Debu juga diperingati setiap 12 Juli secara global. Tujuannya meningkatkan kesadaran global terhadap dampak badai pasir dan debu. Dampak ini semakin mengancam lingkungan, kesehatan, dan kehidupan masyarakat.

Hari internasional ini ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi A/RES/77/294. Penetapan ini sebagai pengakuan bahwa fenomena tersebut adalah isu lintas negara. Isu ini memerlukan kerja sama internasional.

Badai pasir dan debu sebenarnya bagian dari proses alami Bumi. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, frekuensi dan dampaknya meningkat. Penyebabnya aktivitas manusia seperti perubahan iklim, pengelolaan lahan yang tidak berkelanjutan, dan penggunaan air yang berlebihan.

PBB mencatat setidaknya 25 persen emisi debu global berasal dari aktivitas manusia. Di beberapa wilayah, jumlah debu dari gurun meningkat hingga dua kali lipat sepanjang abad ke-20.

Dampak badai pasir dan debu tidak hanya dirasakan di wilayah asalnya. Partikel debu bisa terbawa angin melintasi batas negara. Ini memengaruhi kualitas udara, kesehatan masyarakat, produktivitas pertanian, ketersediaan air, hingga pertumbuhan ekonomi. Fenomena ini dinilai menghambat pencapaian setidaknya 11 dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Termasuk di dalamnya pengentasan kelaparan, kesehatan yang baik, aksi iklim, dan perlindungan ekosistem daratan.

Melalui peringatan ini, PBB mendorong setiap negara memperkuat kerja sama. Kerja sama dalam pencegahan dan penanggulangan badai pasir dan debu. Caranya dengan meningkatkan sistem peringatan dini, berbagi informasi cuaca dan iklim, serta menerapkan pengelolaan lahan yang lebih berkelanjutan. Tujuannya mengurangi risiko bencana di masa depan.

Hari Harapan Internasional

Hari Harapan Internasional juga diperingati setiap 12 Juli. Hari ini menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya harapan. Harapan dalam membangun dunia yang lebih damai, inklusif, dan berkelanjutan.

Peringatan ini ditetapkan oleh Majelis Umum PBB. Peringatan ini lahir di tengah berbagai tantangan global. Mulai dari konflik, kesenjangan sosial, hingga krisis ekonomi dan lingkungan. Semua ini membutuhkan nilai-nilai pemersatu bagi masyarakat dunia.

Melalui Hari Harapan Internasional, PBB mengajak pemerintah, organisasi, komunitas, dan masyarakat. Ajakan itu untuk menumbuhkan budaya yang memberi ruang bagi harapan. Caranya melalui pendidikan, kampanye kesadaran, aksi sosial, serta penguatan nilai empati, toleransi, pengampunan, dan rekonsiliasi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan masyarakat. Juga mendorong terciptanya kehidupan yang lebih harmonis.

Peringatan ini didukung oleh berbagai temuan ilmiah. Temuan itu menunjukkan bahwa harapan memiliki manfaat nyata bagi kesehatan mental dan fisik. Beberapa penelitian menemukan bahwa individu dengan tingkat harapan tinggi cenderung lebih mampu mengatasi stres. Mereka juga memiliki risiko lebih rendah mengalami depresi dan kecemasan. Mereka lebih termotivasi dalam mencapai tujuan hidup. Bahkan pada beberapa kondisi penyakit kronis, harapan dikaitkan dengan kepatuhan pengobatan yang lebih baik dan kualitas hidup yang lebih tinggi.

Melalui Hari Harapan Internasional, PBB ingin mengingatkan bahwa harapan bukan sekadar perasaan optimistis. Harapan adalah kekuatan yang bisa mendorong perubahan positif, mempererat solidaritas, dan membantu masyarakat menghadapi tantangan bersama demi masa depan yang lebih baik.

Hari Kemerdekaan Kiribati

Hari Kemerdekaan Kiribati diperingati setiap 12 Juli. Peringatan ini untuk mengenang kemerdekaan negara kepulauan tersebut dari pemerintahan kolonial Britania Raya pada 1979. Ini menjadi momen penting bagi rakyat Kiribati untuk merayakan lahirnya negara yang berdaulat. Juga untuk mengenang perjalanan panjang menuju kemerdekaan.

Kiribati adalah negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian tengah. Negara ini termasuk dalam subkawasan Mikronesia, Oseania. Terdiri atas 33 pulau karang yang terbagi ke dalam tiga gugusan utama: Kepulauan Gilbert, Kepulauan Phoenix, dan Kepulauan Line.

Sebagian besar pulau di Kiribati merupakan atol. Atol adalah pulau berbentuk cincin yang mengelilingi laguna di bagian tengah. Pengecualiannya adalah Pulau Banaba di Kepulauan Gilbert yang merupakan pulau batu kapur terangkat. Dari seluruh pulau tersebut, hanya 21 yang berpenghuni. Sebagian besar penduduk tinggal di Kepulauan Gilbert.

Kepulauan Kiribati mulai dikenal bangsa Eropa pada akhir abad ke-18. Beberapa pelaut dan pedagang singgah atau terdampar di wilayah tersebut. Nama Kiribati berasal dari Kapten Angkatan Laut Inggris, Thomas Gilbert. Dia melintasi kawasan itu pada 1788 saat berlayar dari Australia menuju China.

Pada 1892, Britania Raya menetapkan Kepulauan Gilbert dan Kepulauan Ellice sebagai wilayah protektorat. Kepulauan Ellice kini menjadi negara Tuvalu. Inggris kemudian mencaplok Pulau Ocean, yang kini dikenal sebagai Banaba. Ini terjadi setelah ditemukannya cadangan fosfat bernilai ekonomi tinggi.

Pada 1916, wilayah-wilayah tersebut disatukan menjadi Koloni Kepulauan Gilbert dan Ellice. Dalam dua dekade berikutnya, Inggris menambahkan beberapa gugusan pulau lain ke dalam koloni tersebut. Termasuk Kepulauan Line dan Kepulauan Phoenix.

Pada 1971, masyarakat Banaba menggugat pemerintah Britania Raya. Mereka menuntut ganti rugi atas kerusakan lingkungan akibat penambangan fosfat. Mereka juga meminta kompensasi atas hilangnya pendapatan dari ekspor fosfat. Beberapa tahun kemudian, mereka juga menuntut kemerdekaan. Namun permintaan tersebut ditolak oleh pemerintah Inggris.

Sementara itu, Kepulauan Ellice memisahkan diri dari koloni. Wilayah itu kemudian menjadi negara Tuvalu. Adapun Kepulauan Gilbert memperoleh pemerintahan sendiri pada 1977. Proses tersebut menjadi tonggak penting yang mengantarkan Kiribati meraih kemerdekaan penuh pada 12 Juli 1979.

Tanggal 12 Juli menjadi hari yang padat dengan peringatan. Mulai dari perayaan nasional di Indonesia, kampanye global tentang lingkungan, hingga peringatan kemerdekaan sebuah negara kepulauan di Pasifik. Setiap peringatan memiliki latar belakang dan tujuannya masing-masing, dari penguatan ekonomi kerakyatan hingga pengakuan terhadap kedaulatan sebuah bangsa.

Hari Koperasi NasionalHari Internasional Penanggulangan Badai Pasir dan DebuHari Harapan InternasionalHari Kemerdekaan Kiribati12 Juli 2024koperasibadai pasir

Komentar

Memuat komentar...