Bos Robbak Bon Utang Karyawan, Restoran Malah Makin Laris
Gambar atau konten salah?
Di kota Zhengzhou, Provinsi Henan, China, ada sebuah kisah yang menarik perhatian banyak orang. Seorang pemilik restoran barbecue memilih untuk memaafkan karyawannya yang secara tidak sengaja menyebabkan kebakaran besar di tempat usahanya. Alih-alih menuntut ganti rugi, ia justru merobek surat pengakuan utang yang dibuat oleh karyawan tersebut. Sikap ini mendapat pujian luas dari warganet dan membuat restorannya kembali ramai dikunjungi pelanggan.
Pemilik restoran itu bernama Liang, berusia 45 tahun. Ia sudah berkecimpung di bisnis kuliner selama lebih dari dua dekade. Restoran barbecuerya mempekerjakan lebih dari 20 orang, termasuk seorang juru masak bernama Liu. Liu, yang berusia 27 tahun, sudah bekerja di restoran tersebut selama tujuh tahun.
Kejadian bermula saat kebakaran terjadi ketika pergantian shift kerja. Liu lupa mematikan api kompor di bawah wajan yang berisi minyak. Akibatnya, kobaran api dengan cepat menyebar ke area dapur, gudang, dan ruang makan VIP di restoran itu. Liu sempat berusaha memadamkan api menggunakan selimut tahan api dan alat pemadam kebakaran. Sementara itu, para pelanggan menghubungi petugas darurat dan memindahkan sepeda listrik yang ada di sekitar lokasi.
Api akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, tetapi restoran mengalami kerusakan yang cukup parah. Merasa bersalah, Liu kemudian menulis surat pengakuan utang dan menawarkan uang ganti rugi melalui pemotongan gaji sebesar 3.000 yuan atau sekitar Rp8 juta setiap bulan.
Namun, Liang memilih untuk merobek surat tersebut. Sambil menepuk bahu karyawannya, ia berkata, "Kita hadapi semuanya bersama-sama." Liang mengaku tidak tega membebani karyawannya dengan utang yang sangat besar. "Dia dan keluarganya bisa hancur karena utang ini. Karena itu saya memilih menanggung seluruh kerugiannya sendiri," ujar Liang.
Keputusan Liang mendapat dukungan dari berbagai pihak. Para karyawan lainnya ikut mengumpulkan dana. Pemilik bangunan memberikan keringanan sewa. Perusahaan layanan pesan antar makanan membantu modal awal. Sementara itu, tim pengelola properti ikut memperbaiki bangunan restoran. Restoran itu kini sudah kembali beroperasi dan didatangi pelanggan dari berbagai daerah di China sebagai bentuk dukungan.
Selama restorannya tutup akibat kebakaran, Liang tetap memberikan uang tunjangan kepada seluruh pegawainya. Hasilnya, tidak satu pun karyawan yang memilih untuk mengundurkan diri.
Kisah ini menunjukkan bagaimana keputusan seorang atasan untuk tidak membebani karyawannya dengan kesalahan justru mendatangkan dukungan dari banyak pihak. Bukan hanya dari karyawan lain, tetapi juga dari komunitas sekitar dan pelanggan setia. Sikap Liang yang memilih menanggung kerugian sendiri, alih-alih menuntut ganti rugi, membuat restorannya kembali bangkit dan bahkan lebih ramai dari sebelumnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Asinan Kiamboy Rp 600 Ribu Viral, Chef Devy Hentikan Produksi
Tren 'Human Food': Makan seperti Anjing demi Hemat Waktu
5 Restoran Tertua di Dunia, Ada yang Berusia 1.200 Tahun
Deretan Gerai Dessert Viral Bermunculan di Blok M
Fruit Cup Cokelat Amsterdamn Laris 700 Cup per Hari
Soda Diet Sembuhkan Gumpalan Makanan di Lambung Akibat Obat
Berita Terbaru
Bos Robbak Bon Utang Karyawan, Restoran Malah Makin Laris
Revisi Perpres Karbon Pulihkan Kepercayaan Investor
Putra Bob Marley Wujudkan Mimpi Sang Ayah Lewat Kopi
Ødegaard: Norwegia Kurang Beruntung Lawan Inggris
Ular Betina Ini Bisa Berkembang Biak Tanpa Kawin
Cek Kesehatan Gratis Wajib untuk Semua Siswa Baru saat MPLS 2026
OJK Sita Aset Henry Surya Rp114 Miliar