Hiu Tutul Kembali ke Pasuruan, Sewa Perahu Rp30 Ribu

Tika M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Hiu Tutul Kembali ke Pasuruan, Sewa Perahu Rp30 Ribu

Gambar atau konten salah?

Kawanan hiu tutul kembali muncul di perairan Pasuruan. Ikan raksasa yang juga disebut hiu paus (Rhincodon typus) ini bisa dilihat dari jarak dekat. Bagi yang penasaran, langsung saja menuju kawasan Pelabuhan Pasuruan.

Di sana, wisatawan bisa menyewa perahu nelayan atau perahu khusus wisata untuk melaut ke lokasi tempat hiu tutul berkumpul. Untuk perahu nelayan, harga dan durasi sewa bisa disepakati bersama. Kata Kamil, salah satu operator perahu wisata di Pelabuhan Pasuruan pada Rabu, 08 Juli 2026, "Bisa nego harga dan waktunya."

Kalau ingin naik perahu wisata, cukup bayar Rp 30.000 per orang untuk sekali trip. Durasi perjalanan sekitar 1 hingga 2 jam. Atau, wisatawan bisa menyewa satu perahu utuh dengan harga Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu untuk waktu yang lebih panjang.

Tapi naik perahu saja belum menjamin bisa melihat kawanan hiu tutul. Ikan-ikan ini biasanya berkelompok 8 hingga 10 ekor. Namun ada waktu tertentu mereka sering muncul ke permukaan. "Waktu yang sering ada kemunculan hiu pada pagi hari. Antara pukul 08.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB," jelas Soleh, operator perahu lainnya.

Kawanan hiu tutul sudah terlihat sejak beberapa hari lalu. Mereka berenang di perairan dangkal, sekitar 2 mil dari garis pantai. Ikan berwarna abu-abu gelap dengan pola totol-totol putih yang khas ini tidak mengganggu nelayan. Sebaliknya, nelayan yang sudah terbiasa juga tidak mengganggu mereka.

Status hiu tutul adalah terancam punah (Endangered) dan dilindungi penuh di Indonesia. Kemunculan mereka di perairan Pasuruan bukan hal baru. "Kemunculan hiu tutul di Perairan Pasuruan merupakan fenomena migrasi tahunan yang biasanya terjadi secara rutin setiap bulan Juli hingga September. Mereka mencari makan di perairan yang hangat dan dangkal," kata Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota AKP Edy Suseno.

Edy menjelaskan, hiu tutul memakan plankton, telur ikan, dan ikan kecil. Caranya dengan menyaring air laut menggunakan mulut. Perairan dangkal Pasuruan yang hangat menyediakan banyak sumber makanan tersebut.

Fenomena ini terjadi setiap tahun. Juli hingga September adalah puncak musim kemunculan hiu tutul di Pasuruan. Mereka datang ke perairan dangkal yang hangat untuk mencari makan. Bagi yang ingin melihat, pagi hari antara jam 8 hingga 10 adalah waktu terbaik.

hiu tutulPasuruanwisata perahufenomena migrasiterancam punahpagi hariRhincodon typus

Komentar

Memuat komentar...