HKI Tegaskan Indonesia Tetap Kompetitif Walau IHSG Menekan

Bayu K. · 3 min baca · 1 jam lalu · 29 dibaca
Bisik.id
HKI Tegaskan Indonesia Tetap Kompetitif Walau IHSG Menekan

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai rupiah mengalami tekanan dalam beberapa minggu terakhir. Tekanan ini diidentifikasi sebagai akibat kombinasi faktor global dan sentimen pasar terhadap negara berkembang.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Akhmad Ma'ruf Maulana, menegaskan bahwa kondisi tersebut harus disikapi secara proporsional. Menurutnya, pergerakan nilai tukar dan pasar modal merupakan bagian dari siklus ekonomi yang selalu terjadi dalam setiap periode ketidakpastian global.

Faktor-faktor seperti ketegangan geopolitik, suku bunga global yang tinggi, volatilitas harga energi, dan perpindahan modal internasional memberi tekanan kepada banyak negara berkembang, bukan hanya Indonesia. HKI menekankan bahwa tekanan ini bersifat sementara dan bagian dari dinamika pasar global.

Dalam keterangannya pada Senin, 08 Juni 2026, Ma'ruf berkata: "Indonesia telah berkali-kali menghadapi berbagai tantangan ekonomi global, mulai dari krisis keuangan Asia, krisis global 2008, pandemi Covid-19, hingga berbagai gejolak geopolitik dunia. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa daya tahan ekonomi nasional tidak boleh diukur hanya dari pergerakan harian kurs atau indeks saham, melainkan dari kemampuan menjaga aktivitas ekonomi riil, investasi, produksi, dan penciptaan lapangan kerja."

HKI menilai bahwa fundamental utama Indonesia sebagai tujuan investasi masih sangat kuat. Indonesia memiliki pasar domestik yang besar, bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, agenda hilirisasi yang terus berkembang, serta jaringan kawasan industri yang semakin matang sebagai pusat manufaktur dan logistik nasional.

Menurut HKI, dalam situasi seperti saat ini, Indonesia perlu mempercepat reformasi struktural yang telah berjalan. Fokus utama bukan pada kepanikan terhadap gejolak pasar, melainkan memastikan bahwa investasi dapat masuk dan terealisasi lebih cepat. Penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, kepastian tata ruang, percepatan penyediaan energi, serta peningkatan kualitas infrastruktur menjadi faktor yang jauh lebih menentukan keputusan investor dibanding fluktuasi jangka pendek pasar keuangan.

Investor pada dasarnya mencari tiga hal: kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik,” lanjutkan Ma'ruf.

HKI juga mengapresiasi langkah koordinasi pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan yang terus berupaya menjaga stabilitas sistem keuangan serta meningkatkan daya tarik aset domestik untuk menjaga kepercayaan pasar. Langkah-langkah tersebut menjadi sinyal penting bahwa pemerintah hadir dan responsif dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Lebih jauh, HKI meyakini bahwa momentum pelemahan ekonomi global justru dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing. Banyak perusahaan multinasional saat ini sedang meninjau ulang rantai pasok global mereka dan mencari lokasi investasi yang lebih efisien, stabil, serta memiliki pasar yang besar. Indonesia memiliki peluang besar untuk menangkap arus relokasi industri tersebut apabila reformasi regulasi dan percepatan investasi terus dijalankan secara konsisten.

Sejarah menunjukkan bahwa negara yang mampu bergerak cepat di tengah ketidakpastian justru menjadi pemenang ketika ekonomi global kembali pulih. Karena itu, saat ini bukan waktunya pesimis. Ini adalah saat yang tepat untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, kawasan industri, dan investor guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Dengan menekankan pentingnya kebijakan yang konsisten dan cepat, HKI mengajak semua pihak untuk tetap fokus pada pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Langkah-langkah tersebut diyakini dapat menstabilkan pasar modal dan memudahkan masuknya modal asing ke Indonesia.

Kesimpulannya, meski IHSG dan rupiah menghadapi tekanan, Indonesia tetap memiliki landasan ekonomi yang kuat. Reformasi struktural, kebijakan yang cepat dan jelas, serta kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk memanfaatkan peluang yang muncul dari ketidakpastian global. Dengan menjaga stabilitas dan meningkatkan daya tarik investasi, Indonesia dapat tetap kompetitif di tengah dinamika pasar global.

IHSGrupiahHKIinvestasireformasi strukturalinfrastrukturregulasigeopolitik

Komentar

Memuat komentar...