Huawei, ASEAN Gelar Kompetisi TIK 10th Asia Pasifik

Bayu K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 75 dibaca
Bisik.id
Huawei, ASEAN Gelar Kompetisi TIK 10th Asia Pasifik

Gambar atau konten salah?

10th Huawei ICT Competition Asia Pacific kembali menjadi ajang penting bagi mahasiswa muda di kawasan Asia-Pasifik. Huawei bekerja sama dengan ASEAN Foundation menyelenggarakan kompetisi ini untuk menguji dan meningkatkan kemampuan di bidang TIK, khususnya Cloud dan Network. Selain kompetisi, acara ini juga menjadi tempat bertukar ilmu dan inovasi antar negara.

Di puncak acara, lebih dari 160 finalis dari berbagai negara bersaing. Awalnya, lebih dari 8.000 mahasiswa mendaftar, menandakan minat yang tinggi terhadap teknologi digital. Jalur kompetisi meliputi Network, Cloud, dan bidang lain yang relevan, memberi peluang bagi peserta untuk menampilkan keahlian mereka di panggung internasional.

Dalam sambutannya, Dr. Kao Kim Hourn, Secretary‑General ASEAN, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam transformasi digital kawasan. "Masa depan ASEAN tidak hanya akan dibentuk oleh teknologi itu sendiri, tetapi juga oleh orang‑orang di baliknya: para inovator muda, programmer, insinyur, pengembang, dan pemimpin digital seperti sebagian dari Anda yang hadir di sini hari ini. Talenta TIK bukan lagi pilihan, tetapi fondasi daya saing, inovasi, dan pertumbuhan inklusif ASEAN," ujarnya di acara 10th Huawei ICT Competition Asia Pacific Finals and Awards Ceremony di Sekretariat ASEAN, Jakarta, 13 Mei 2026.

Dr. Kao juga menyoroti pemberdayaan talenta muda melalui ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), serta penguatan ekosistem startup lewat ASEAN Scale Hub dan portal Startup ASEAN. Portal ini menghubungkan lebih dari 10.000 startup dengan ekosistem senilai lebih dari USD130 miliar, memperkuat jaringan inovasi di kawasan.

Peter Pan Junfeng, Vice President Huawei Asia Pacific, menegaskan bahwa mahasiswa yang berpartisipasi bukan sekadar peserta kompetisi. Menurutnya, mereka adalah inovator, pemecah masalah, dan calon pemimpin masa depan dunia digital. "Tantangan yang Anda hadapi di sini mencerminkan persoalan nyata di dunia, dan kreativitas serta tekad Anda akan membantu membentuk solusi yang dapat membangun masyarakat yang lebih baik," ujarnya.

Junfeng menekankan bahwa edisi ke‑10 ini menandai satu dekade inovasi dan kolaborasi di bidang TIK. Sejak 2015, kompetisi ini menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri, memberi peluang bagi mahasiswa dari universitas terkemuka di Asia‑Pasifik, termasuk Indonesia, untuk menampilkan keahlian teknologi mereka secara global. Ia menambahkan bahwa 10th Huawei ICT Competition Asia Pacific membuktikan bahwa pengembangan talenta digital ASEAN adalah fondasi bagi pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif.

Dengan kolaborasi kuat antara pemerintah, industri, dan pendidikan, generasi muda ASEAN siap menghadapi tantangan dan peluang era digital global. Penyelenggaraan edisi ke‑10 ini diharapkan dapat menimbulkan dampak lebih besar lagi, terus menginspirasi inovasi, mendorong kolaborasi, dan mendukung generasi talenta digital berikutnya di kawasan kita.

Acara ini menegaskan kembali pentingnya pendidikan TIK dan dukungan ekosistem startup dalam mempersiapkan tenaga kerja digital yang kompeten. Melalui kompetisi, para mahasiswa belajar menerapkan teori ke praktik, memperluas jaringan, dan menumbuhkan semangat inovasi yang akan menjadi aset bagi pertumbuhan ekonomi digital di masa depan.

Huawei ICT CompetitionASEANTIKCloudNetworkTalenta DigitalEkosistem Startup

Komentar

Memuat komentar...