Macet Berastagi 12 Jam, Truk Mogok Lumpuhkan Jalur

Dian P. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Macet Berastagi 12 Jam, Truk Mogok Lumpuhkan Jalur

Gambar atau konten salah?

Ribuan kendaraan terjebak dalam kemacetan panjang di jalur Medan-Berastagi. Beberapa pengendara bahkan menghabiskan waktu hingga 12 jam di dalam mobil karena antrean kendaraan yang hampir tidak bergerak.

Salah satu pengendara, Vania, warga Medan, awalnya hanya berniat nongkrong di Berastagi. Namun, perjalanan pulangnya berubah drastis setelah ia terjebak macet pada Sabtu malam, 04 Juli 2025. Akibat kemacetan itu, Vania terpaksa bermalam di dalam mobil hingga Minggu pagi, 05 Juli 2025.

"Kami terjebak macetnya sekitar 10 jam-an. Awalnya pergi dari Binjai ambil jalan pintas ke Tureture. Nah, pulang malam takut lah lewat dari situ karena jalannya curam, alhasil pulang lewat Berastagi tapi ternyata macet. Mulai macetnya dari rest area pas sebelah Harvestmoon sebrang Hillpark Berastagi. Start dari situ sekitar jam setengah 10 malam," ungkap Vania.

Perjalanan pulang Vania baru berakhir pada pukul 10 pagi. "Sampai Sembahe sekitar jam 7 pagi dan ini baru sampai rumah jam 10 pagi ini. Yang buat macet truk sih kak. Banyak banget truk lewat di weekend dan ada pula yang mogok katanya dapat info posisinya di tekongan Tirtanadi," lanjutnya.

Vania juga menceritakan bahwa para pengendara yang terjebak saling membantu. "Tapi warga yang kena macet pada baik kok, nyusun rapi mobilnya. Habis itu disuruh matikan disuruh tidur karena truk yang mogok tadi masih dievakuasi polisi katanya. Itu posisi masih setengah jalan lah. Belum sampai Sembahe. Sekitar jam 1 malam itu disusun parkir rapi mobil-mobil biar truk yang lewat dari bawah enggak kena macet karena posisi mobil di ataskan," ujarnya.

Pengalaman serupa dialami Shella Pertiwi. Ia terpaksa bermalam di mobil dan bahkan sempat tidur di aspal jalan selama berjam-jam karena lalu lintas lumpuh total.

"Kami terjebak macetnya sudah di Tugu Perjuangan Berastagi nah itu di jam 7 malam. Lanjut perjalanan pelan-pelan sampai lah di Sibolangi itu pas di jam 10 malam. Di situ asli macet total enggak bisa jalan sampai tertidur di aspal sempet juga ngopi. Udah menjelang tengah malam juga masih di Sibolangit dan ditambah hujan deras angin kencang," jelas Shella.

Mobil Shella masih berada di Sibolangit sekitar pukul 05.00 pagi. Baru pada pukul 09.00 WIB pagi, ia berhasil memasuki kecamatan Pancur Batu. "Sedikit demi sedikit jalan mobil nya dan di situ banyak yang mengeluh di bensin karena pada hampir habis semua rata-rata. Sampai menjelang Subuh pun masih berada di Sibolangit, yang dimana ada truk rusak di Tirtanadi, di situ la yang membuat jalan sangat macet total. Berakhir la sampai pagi di jam 7 pagi tadi masih tetap di daerah Sembahe, seiring berjalan nya waktu uda mau siang aja dan di jam 9 pagi tadi sampai di Pancur Batu," tutur Shella.

"Asli 12 jam kami di jalan Medan-Berastagi, kalah perjalanan mudik kami, ampun lah," pungkasnya.

Wakasatlantas Polrestabes Medan, Surbaki, mengonfirmasi bahwa penyebab kemacetan adalah sebuah truk mogok di kawasan Sembahe. "Terpantau arus lalu lintas di jalur wisata Medan-berastagi tepatnya Sembahe saat ini memadat dikarenakan adanya truck yang mogok sehingga volume arus lalu lintas dan mengalami kemacetan," ungkapnya. "Untuk sementara kendaraan dalam masa perbaikan. Kami imbau kepada warga yang melintas di jalur Sembahe tetap utamakan keselamatan," ucapnya.

Kemacetan ini menunjukkan betapa rentannya jalur Medan-Berastagi, terutama di akhir pekan. Satu truk mogok saja sudah cukup untuk melumpuhkan lalu lintas selama belasan jam, memaksa puluhan pengendara bermalam di jalan raya.

kemacetanMedan-Berastagitruk mogokpengendarabermalamjalur wisatalalu lintas

Komentar

Memuat komentar...