IAS Kantongi 25 Suara, Aklamasi Ketua Golkar Sulsel Makin Dekat
Gambar atau konten salah?
Ilham Arief Sirajuddin, yang akrab disapa IAS, memiliki peluang besar untuk terpilih secara aklamasi sebagai ketua formatur dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan. Peluang ini semakin terbuka setelah Wali Kota Makassar, Munafri 'Appi' Arifuddin, memutuskan untuk tidak mendaftar sebagai calon ketua Golkar Sulsel.
IAS mengklaim telah mengantongi dukungan dari 22 suara DPD II Golkar tingkat kabupaten dan kota. Tidak hanya itu, ia juga mendapatkan seluruh dukungan dari tiga suara hasta karya dan organisasi sayap partai. Dengan demikian, total suara yang sudah berada di tangannya mencapai 25 dari 30 suara yang akan diperebutkan dalam Musda nanti.
"Alhamdulillah, saya berterima kasih karena semangat kebersamaan jelang Musda memang tidak hanya lahir dari teman-teman DPD II, tapi juga dari Hasta Karya dan Organisasi Sayap," ujar IAS dalam keterangannya pada Rabu, 15 Juli 2026.
Berdasarkan aturan Musda Partai Golkar, hasta karya dan sayap partai memiliki total tiga hak suara. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Organisasi sayap, yaitu AMPG dan KPPG, memiliki satu suara.
- Gabungan Pimpinan Daerah Ormas Pendiri, yang terdiri dari Soksi, Kosgoro 1957, dan Ormas MKGR, memiliki satu suara.
- Gabungan Ormas Yang Didirikan, meliputi AMPI, MDI, HWK, Al-Hidayah, dan Satker Ulama, juga memiliki satu suara.
Dari total 25 suara yang sudah diraih IAS, 22 di antaranya berasal dari DPD II se-Sulawesi Selatan. Saat ini, masih ada lima suara yang belum bergabung. Kelima suara tersebut berasal dari DPD II Makassar dan Takalar, Dewan Pembina, DPD I Golkar Sulsel, serta satu suara dari DPP Golkar. Jumlah lima suara ini setara dengan 15 persen dari total pemegang hak suara.
Meskipun dukungannya sudah sangat kuat, IAS mengaku tidak ingin terlalu percaya diri. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap diserahkan sepenuhnya kepada forum Musda.
"Aklamasi itu ketika dukungan di atas 50+1 saat ada dua atau lebih calon. Juga, ketika hanya satu calon yang mendaftar. Insya Allah kami serahkan semuanya kepada forum Musda," tegas IAS.
Sebelumnya, Appi memutuskan untuk batal maju sebagai calon ketua Golkar Sulsel. Keputusan ini diambil karena Appi disebut tidak bisa memenuhi salah satu persyaratan pendaftaran. Ketua Golkar Takalar, Zulkarnain Arif, menjelaskan bahwa Appi tidak mengembalikan formulir pendaftaran karena terganjal oleh satu poin persyaratan yang tidak bisa dipenuhinya.
"Pak Appi tidak kembalikan formulir karena ada poin yang tidak dia miliki," ujar Zulkarnain pada Rabu, 15 Juli.
Poin persyaratan yang dimaksud adalah kewajiban bagi bakal calon untuk melampirkan fotokopi sertifikat atau piagam yang diterbitkan oleh Partai Golkar. Poin ini merupakan salah satu dari 13 persyaratan yang harus dipenuhi untuk maju sebagai calon ketua formatur di Musda XI Golkar Sulsel 2026. Zulkarnain sendiri mengaku tidak tahu pasti apakah poin tersebut merupakan persyaratan tambahan yang dibuat oleh panitia.
Dengan mundurnya Appi, posisi IAS semakin kuat. Namun, keputusan final tetap akan ditentukan dalam forum Musda yang akan datang. Situasi ini menunjukkan bahwa dinamika politik di internal Partai Golkar Sulsel masih terus bergerak, dan semua mata kini tertuju pada bagaimana kelanjutan proses Musda tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Appi Mundur, IAS Makin Yakin Jadi Ketua Golkar Sulsel
Jadwal Bansos Juli 2026: PKH, BPNT, dan Bantuan Beras Cair
Warga Boltim Ramai-ramai Gali Emas di Lahan Perkebunan
Nelayan Diseret Buaya Saat Memanah Ikan di Pasangkayu
BPBD Pinrang Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
Appi Batal Maju Musda Golkar, Pamit Usai Umrah
Berita Terbaru
IAS Kantongi 25 Suara, Aklamasi Ketua Golkar Sulsel Makin Dekat
Dedi Mulyadi Tegaskan Fokus Pembangunan, Bukan Ganti Nama
TNI Bagikan 250 Ayam ke Warga Prasejahtera, Dilarang Dimasak
Bupati Subang Jawab Pandangan Fraksi soal KUA-PPAS 2027
5 Kebiasaan Sepele Picu Gagal Ginjal di Usia Muda
Wisatawan China Digigit Anjing di Bali, Diduga Rabies
Wakil Presiden Argentina Sebut Inggris 'Perompak' Jelang Laga Semifinal Piala Dunia
Pajak 0% 50 Tahun untuk Tarik Investor ke Bali