Wakil Presiden Argentina Sebut Inggris 'Perompak' Jelang Laga Semifinal Piala Dunia
Gambar atau konten salah?
Wakil Presiden Argentina, Victoria Villarruel, membuat pernyataan yang memicu ketegangan menjelang pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris. Lewat akun media sosial X pada Rabu, 15 Juli 2026, ia menyebut tim Inggris sebagai "perompak yang merebut kekuasaan."
Pertandingan besar ini akan berlangsung di Atlanta Stadium pada Kamis, 16 Juli 2026, dini hari WIB. Laga ini bukan sekadar duel sepak bola biasa. Rivalitas kedua negara sudah berlangsung puluhan tahun, bahkan sejak 1962. Dari lima pertemuan sebelumnya, Inggris unggul dengan tiga kemenangan, sementara Argentina menang dua kali.
Yang membuat persaingan ini semakin panas adalah konflik politik yang membayanginya. Argentina dan Inggris memiliki sejarah panjang soal sengketa Kepulauan Falkland, yang oleh Argentina disebut Malvinas. Ketegangan ini pernah memuncak menjadi perang terbuka pada April hingga Juni 1982. Argentina kalah dalam perang tersebut.
Pada referendum tahun 2013, mayoritas penduduk Kepulauan Falkland menyatakan ingin tetap berada di bawah kekuasaan Inggris. Namun, Argentina menolak hasil itu dan terus berupaya memasukkan Malvinas ke dalam wilayah kedaulatannya.
Villarruel tidak menyembunyikan sentimen nasionalismenya. Dalam unggahannya, ia menulis: "Besok kami akan bermain melawan para perompak yang merebut kekuasaan. Ini bukan sekadar pertandingan biasa." Ia juga menambahkan bahwa ia tidak akan bersikap terlalu sopan atau berhati dingin. "Melawan Inggris, selalu ada sesuatu yang lebih. Untuk Malvinas, buat Diego, demi yang terakhir bagi Leo, dan ini untuk menghentikan para penjajah," tulisnya.
Unggahan itu ditutup dengan kalimat tegas: "Maju terus Argentina! Karena sampai napas terakhir, kami akan merebut kembali apa yang menjadi milik kami!"
Menurut laporan media Argentina Urgente24, Villarruel memiliki hubungan pribadi yang kuat dengan Perang Malvinas. Ayahnya, Eduardo Marcelo Villarruel, ikut bertempur di sana sebagai penerjun payung dalam Kompi Komando 602.
Pertandingan ini diprediksi berjalan sengit. Bukan hanya karena kualitas kedua tim di lapangan, tetapi juga karena sentimen politik yang sudah mengakar lama. Bagi banyak warga Argentina, laga melawan Inggris bukan sekadar soal sepak bola. Ini adalah soal harga diri, sejarah, dan perjuangan yang belum selesai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Inggris vs Argentina Berebut Tiket Final Piala Dunia
Messi Catat 63% Kemenangan Lawan Tim Eropa di Piala Dunia
Deschamps Tiga Kali Kalah Beruntun dari Spanyol
Inggris vs Argentina: Prediksi Ketat dan Peluang Adu Penalti
Mourinho Panggil Pemain Satu per Satu di Hari Pertama
Inggris Vs Argentina, Dendam 40 Tahun di Semifinal
Berita Terbaru
Wakil Presiden Argentina Sebut Inggris 'Perompak' Jelang Laga Semifinal Piala Dunia
Pajak 0% 50 Tahun untuk Tarik Investor ke Bali
Gubernur Desak Pengusutan Tuntas Peretasan Bank Jambi
Gibran Dengar Keluhan Jalan Rusak di Lampung
Appi Mundur, IAS Makin Yakin Jadi Ketua Golkar Sulsel
Jalan Padabeunghar: Anggaran Rp54 M, Tapi Rusak Lagi
TUKS Petrokimia Gresik Raih Pelabuhan Terbaik Nasional
Mario Aji dan Veda Ega Siap Balapan di MotoGP Mandalika