India Beli 60 Juta Barel Minyak Rusia, Pastikan Pasokan 2026
Gambar atau konten salah?
India mengumumkan pembelian sekitar 60 juta barel minyak mentah Rusia untuk memastikan pasokan pada 1 April 2026. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap gangguan akibat konflik di Timur Tengah, yang menimbulkan ketidakpastian di jalur perdagangan minyak.
Menurut Bloomberg, kargo-kargo tersebut dipesan dengan harga premium antara US$ 5 hingga US$ 15 per barel di atas harga Brent, kata sumber kepada Bloomberg pada 26 Maret 2026. Harga premium ini menunjukkan betapa pentingnya pasokan tersebut bagi industri pengolahan minyak India.
Data intelijen Kpler menunjukkan volume pembelian ini sama dengan yang dilakukan pada 1 Maret 2026, namun lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan 1 Februari 2026. Angka ini menyoroti peningkatan signifikan dalam permintaan India terhadap minyak Rusia.
Pembelian terbaru terjadi setelah Amerika Serikat mengizinkan India membeli minyak Rusia yang sudah dimuat ke kapal sebelum 5 Maret 2026. Keputusan ini bertujuan menutupi kekurangan pasokan yang timbul akibat penutupan Selat Hormuz.
India, yang sangat bergantung pada impor minyak, telah menjadi pembeli utama minyak Rusia dengan harga diskon sejak invasi Rusia-Ukraina pada 2022. Setelah tekanan dari Amerika Serikat, pembelian minyak dialihkan dari Arab Saudi dan Irak.
Pejabat di New Delhi memperkirakan bahwa pengecualian dari Amerika Serikat akan berlanjut selama gangguan di Selat Hormuz masih terjadi. Kilang seperti Mangalore Refinery & Petrochemicals Ltd dan Hindustan Mittal Energy Ltd, yang telah menjauhi minyak Rusia sejak 12 Desember 2025, kini kembali masuk ke pasar.
Selain meningkatkan pembelian minyak dari Rusia, kilang minyak India juga memperluas pengadaan mereka untuk mengelola pasokan di tengah ketidakpastian global. Pembelian minyak Venezuela untuk pengiriman pada 1 April 2026 diperkirakan mencapai 8 juta barel, tertinggi sejak 10 Oktober 2020.
Rusia meraup keuntungan besar dari meningkatnya permintaan dan harga minyak yang tinggi. Kremlin mencatat pendapatan dari ekspor minyak mentah merupakan yang tertinggi sejak 1 Maret 2022, tidak lama setelah invasi ke Ukraina dimulai.
Dengan langkah ini, India menyesuaikan strategi pasokan minyaknya di tengah ketidakpastian global, memperkuat posisi industri pengolahan minyaknya dan menanggapi dinamika geopolitik yang terus berubah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
