Indonesi Tambah Pemasok Plastik dari Afrika, India, AS
Gambar atau konten salah?
Budi Santoso, Menteri Perdagangan, mengumumkan langkah baru Indonesia dalam menanggulangi kenaikan harga plastik akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pada 13 April 2026, ia berbicara di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta Pusat.
Ia menjelaskan bahwa negara-negara baru akan menjadi pemasok bahan baku plastik bagi Indonesia. “Kita mencari alternatif dari India, Amerika dan Afrika. Dari tiga negara tadi sudah proses, cuma kan ya perlu waktu kan, jadi sekarang masih proses dengan stok yang ada,” ujarnya kepada wartawan.
Keputusan ini muncul setelah pasokan utama, yang sebelumnya berasal dari Timur Tengah, mengalami penurunan. Dengan menambah tiga negara—Afrika, India, dan Amerika Serikat—Indonesia berharap dapat menstabilkan suplai dan menurunkan biaya produksi.
Budi menegaskan harapannya bahwa aliran bahan baku dari ketiga negara tersebut akan segera tiba. “Ya mudah-mudahan ya, mudah-mudahan,” ia berseru ketika ditanya apakah harga plastik bisa turun bulan ini.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah terus mencari pemasok tambahan. “Jadi ini kan memang krisis global ya, selama ini supplier kita kan kebanyakan dari Timur Tengah, tetapi alternatif-alternatif dari negara lain kan memang sebagian sudah kita dapat. Tadi ada tiga negara, kita terus mencari negara lain yang bisa mensuplai untuk bahan baku biji plastik,” kata Budi.
Dengan langkah ini, Indonesia berupaya mengurangi ketergantungan pada satu wilayah dan menyiapkan cadangan bahan baku yang lebih luas. Ini diharapkan dapat menurunkan harga plastik secara bertahap, memberi dampak positif bagi industri dan konsumen.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
