Indonesia Dorong Seni Ukir Kayu ke UNESCO
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Indonesia tengah mendorong agar seni ukir kayu khas Nusantara diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh UNESCO. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa seni ukir dari Indonesia bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga memiliki nilai artistik dan potensi ekonomi kreatif yang besar.
Menurut Fadli Zon, karya para pengukir kayu Indonesia sudah dikenal luas hingga ke luar negeri. Bahkan, karya-karya itu telah menjadi bagian dari industri kreatif global. "Seni ukir Jepara bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merupakan pencapaian artistik yang tinggi sebagai ekspresi budaya Indonesia," ujarnya pada Jumat, 10 Juli 2026.
Namun ada kekhawatiran. Fadli Zon mengingatkan bahwa jumlah generasi muda yang menekuni seni ukir kayu terus menurun setiap tahun. Tanpa langkah nyata, keberlanjutan warisan budaya ini terancam.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, melihat tantangan dari sisi lain. Menurutnya, persoalannya bukan sekadar menjaga seni ukir sebagai tradisi. Seni ukir juga harus dikemas agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan menarik bagi generasi muda. "Kami berharap anak-anak muda semakin memahami sejarah seni ukir sehingga tradisi ini terus hidup dan berkembang," kata dia.
Kementerian Kebudayaan telah menjalankan sejumlah program pelestarian. Ada pelatihan bersama para maestro, pengembangan sekolah dan lokakarya ukir, serta peningkatan kapasitas generasi muda. Tujuannya satu: agar keterampilan mengukir tetap diwariskan.
Di sisi lain, pemerintah terus mengupayakan pengakuan seni ukir sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Bersamaan dengan itu, mekanisme perlindungan atau safeguarding juga diperkuat. Semua ini dilakukan agar tradisi ukir kayu Indonesia tidak punah di masa depan.
Seni ukir kayu Indonesia, khususnya dari Jepara, telah lama menjadi bagian dari industri kreatif global. Namun tanpa regenerasi, kekayaan budaya ini bisa hilang. Upaya pengakuan UNESCO dan program pelatihan menjadi dua jalur yang ditempuh pemerintah untuk menjaga agar tradisi ini tidak berhenti di generasi sekarang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rachmat Gobel Meninggal, Sempat Promosi Wisata Gorontalo
Rachmat Gobel Meninggal, Sempat Posting Wisata Gorontalo
WWF Sambut Penambahan 70.000 Forest Ranger
Sultan HB X Basuh Muka di Sendang Sragen, Situs Sejarah Dikunjungi
Promo Schooliday Trans Studio Bandung Hingga 12 Juli
Prambanan Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Religi Kelas Dunia
Berita Terbaru
Rogers Tak Kaget Norwegia Singkirkan Brasil
Kebakaran Hotel RPH, 10 Kamar Hangus
Ombudsman Selidiki Arahan Beli Seragam di Toko Tertentu
Rachmat Gobel Meninggal, Sempat Promosi Wisata Gorontalo
McLaren 720 S Hancur Terbelah di Sukoharjo
Erick Thohir: Pelatnas Harus Jangka Panjang
Spanyol vs Belgia: Laga Puncak Perempatfinal Piala Dunia 2026
