Sultan HB X Basuh Muka di Sendang Sragen, Situs Sejarah Dikunjungi

Kartika D. · 3 min baca · 1 jam lalu · 4 dibaca
Bisik.id
Sultan HB X Basuh Muka di Sendang Sragen, Situs Sejarah Dikunjungi

Gambar atau konten salah?

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, melakukan kunjungan ke sejumlah situs bersejarah di Kabupaten Sragen. Dalam rangkaian kegiatannya, Sultan bahkan sempat membasuh muka dan tangan di sebuah sendang atau sumber mata air.

Situs-situs yang dikunjungi memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Keraton Kasultanan Yogyakarta. Beberapa lokasi yang disambangi antara lain Pandak, Krikilan, Goa Mangkubumi, Pesanggrahan Ponopatan di Katelan, dan Sendang Sumberan Japoh.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Sragen, Hargiyanto, menjelaskan bahwa kunjungan Sultan HB X ini merupakan bagian dari agenda 'Muhibah Budaya'. Kegiatan ini bertujuan untuk menelusuri jejak petilasan para leluhur Kesultanan Yogyakarta di wilayah Sragen.

Di Pandak, Sultan HB X menelusuri lokasi yang diyakini sebagai tempat pertama kali leluhurnya, Pangeran Mangkubumi, singgah di Kabupaten Sragen. Hargiyanto menceritakan riwayat perjalanan Pangeran Mangkubumi yang kelak bergelar Sultan Hamengku Buwono I.

"Ya kan di sana kan yang dijelaskan yang pertama waktu kunjungan pertama Pangeran Mangkubumi, Mangkubumi HB I itu datang ke Sragen kan ke Pandak dulu, Krikilan. Diceritakan di sana riwayat bagaimana Kanjeng Mangkubumi dari Keraton Jogja, karena ada sedikit perselisihan, karena mungkin dengan Belanda, Hindia Belanda ya, akhirnya terus dia jengkar (pergi) dari Keraton terus lari ke Sragen," cerita Hargiyanto kepada awak media di Kantor Pemkab Sragen, Kamis, 09 Juli 2020.

Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika Sultan HB X menyempatkan diri untuk mencuci muka dan tangan saat berada di Sumberan, Japoh. Di lokasi tersebut terdapat tujuh mata air yang mengalir dan dikelilingi oleh puluhan pohon besar.

"Iya di situ tadi, iya. Tadi sempat cuci muka, cuci tangan, pokoknya yang jelas ini melihat membasuh tangannya seperti itu, membasuh tangannya. Karena memang di situ ada tujuh mata air yang mengalir dan memang potensial karena di situ ada 21 macam pohon gede-gede, pohon-pohon yang bisa menampung air," bebernya.

Berdasarkan kunjungan Sultan HB X tersebut, Hargiyanto menduga bahwa lokasi Situs Sumberan di Japoh akan menjadi viral dan ramai dikunjungi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sragen pun telah memiliki rencana untuk merehabilitasi kawasan situs tersebut pada tahun anggaran 2027 mendatang.

"Saya kira ini potensial sekali, terutama yang Sumberan tadi. Tahun 2027 insyaallah Pak Bupati akan merencanakan untuk merehab, tetapi merehabnya ya seperti-seperti itu tapi direhab yang baik. Saya melihat nanti akan viral, lha Pak Kanjeng Sultan cuci muka di situ saja ini nanti orang pasti besok pagi banyak yang ke situ," jelasnya.

Lebih lanjut, Hargiyanto menilai bahwa kegiatan Muhibah Budaya ini membuka babak baru bagi hubungan sejarah antara Yogyakarta dan Sragen. Kegiatan ini dipandang sebagai jembatan penting untuk menyambung kembali tali persaudaraan atau seduluran batin Mataraman yang telah mengakar kuat sejak masa silam.

"Selama ini daerah Mataraman luar seperti Blitar, Tulungagung, atau Ponorogo sudah sering tersentuh kerja sama kebudayaan Jogja. Padahal Sragen ini adalah tempat awal mula perjuangan sebelum Keraton Jogja berdiri," ujar Hargiyanto.

Menurutnya, melalui Muhibah Budaya ini, pihaknya mulai membangun komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi DIY, termasuk dengan Sekda Pemprov DIY yang turut hadir dalam acara tersebut.

"Kami berharap ke depan ada kerja sama kebudayaan yang lebih erat, termasuk pelestarian budaya di Sragen lewat dukungan Dana Keistimewaan," pungkasnya.

Kunjungan Sultan HB X ke Sragen menyoroti hubungan historis yang dalam antara wilayah tersebut dengan Kesultanan Yogyakarta. Sragen disebut sebagai tempat awal perjuangan sebelum Keraton Jogja berdiri, sebuah fakta yang selama ini mungkin kurang mendapat perhatian dibandingkan daerah Mataraman lainnya. Rencana rehabilitasi Situs Sumberan pada 2027 menunjukkan adanya upaya pelestarian yang didorong oleh momentum kunjungan ini.

Sultan HB XMuhibah BudayaSragensitus bersejarahKeraton YogyakartaPangeran MangkubumiSendang Sumberan

Komentar

Memuat komentar...