McLaren 720 S Hancur Terbelah di Sukoharjo

Andi B. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
McLaren 720 S Hancur Terbelah di Sukoharjo

Gambar atau konten salah?

Sebuah McLaren 720 S hancur hingga terbelah dua setelah mengalami kecelakaan di Sukoharjo. Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 08 Juli 2026. Mobil supercar tersebut diketahui milik Febrian Paundra Alditama (21), seorang konten kreator game asal Sukoharjo yang lebih dikenal dengan nama Andra ST.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kecepatan mobil saat kecelakaan masih di bawah 100 km/jam. Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Ardian, mengatakan pihaknya telah memeriksa pengemudi. "Kalau menurut keterangan (pengemudi) tidak terlalu kencang, mungkin masih kecepatan di bawah 100 km/jam," kata Ardian.

Kecelakaan bermula saat Andra ST dan seorang penumpang bernama Robby Adek Pantjoro (21), warga Jakarta Timur, melaju dari arah Sukoharjo menuju Solo. Mobil sempat berhenti karena lampu merah di simpang empat Jalan Ciu. Saat lampu hijau dan mobil kembali berjalan, Andra ST tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya.

Ban mobil selip. Kendaraan oleng ke kiri, lalu menabrak pagar, tiang wifi, dan tiang listrik. Benturannya begitu keras. Mobil remuk dan terbelah menjadi dua bagian. "Setelah kena lampu merah di simpang Telukan (Jalan Ciu), lalu berjalan dan terjadi selip, bannya selip. Pengemudi tidak bisa menguasai laju kendaraannya sehingga oleng ke kiri kemudian menabrak tiang," ujar Ardian.

Praktisi keselamatan berkendara, Sony Susmana, yang juga menjabat sebagai Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), memberikan pandangannya. Menurut Sony, mengendarai supercar atau sportcar membutuhkan teknik yang berbeda dari mobil biasa. Pengemudi harus memiliki emosi yang stabil dan tidak boleh lengah sedikit pun.

"Power mesin yang buas menuntut fokus pengemudi yang tinggi. Karena sekali injak pedal gas sudah harus memperhitungkan kondisi lingkungan 0-100 meter di depan dan seberapa pendek mobil mampu berhenti sempurna saat direm," kata Sony.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa mengemudikan mobil bertenaga besar bukan sekadar soal kecepatan. Butuh konsentrasi penuh dan pemahaman mendalam tentang karakter kendaraan. Bahkan pada kecepatan yang dianggap tidak terlalu tinggi, risiko kehilangan kendali tetap mengintai jika pengemudi tidak siap.

McLaren 720SkecelakaanSukoharjomobil selipkonten kreatorkecepatan rendahteknik berkendara

Komentar

Memuat komentar...