Indonesia Naik Kelas, Setara Vietnam-Filipina

Fitri A. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Indonesia Naik Kelas, Setara Vietnam-Filipina

Gambar atau konten salah?

Bank Dunia baru saja mengumumkan bahwa Vietnam dan Filipina kini naik level menjadi negara berpendapatan menengah ke atas. Dengan Pendapatan Nasional Bruto (GNI) sebesar US$ 4.970 untuk Vietnam dan US$ 4.850 untuk Filipina, kedua negara ini resmi masuk kategori upper middle class.

Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Indonesia sudah lebih dulu mencapai status tersebut. "Kita sudah naik dari kemarin. Kita kan sudah termasuk upper middle class kemarin pasca Covid kemarin," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, pada 10 Juli 2026.

Bank Dunia memiliki batasan GNI per kapita untuk setiap kategori negara. Negara berpendapatan rendah memiliki GNI US$ 1.175 atau kurang. Kelompok menengah bawah berada di kisaran US$ 1.176 hingga US$ 4.635. Sementara negara berpendapatan menengah atas tercatat antara US$ 4.636 hingga US$ 14.375. Dan untuk negara berpendapatan tinggi, GNI-nya di atas US$ 14.375.

GNI per kapita Indonesia saat ini mencapai US$ 5.120. Angka ini menempatkan Indonesia sejajar dengan Vietnam dan Filipina. Namun, pemerintah tidak tinggal diam. Airlangga menegaskan bahwa berbagai program terus dijalankan untuk meningkatkan pendapatan nasional.

Salah satu program yang disorot adalah pengembangan artificial intelligence (AI) dan ekonomi digital. "Ya ini kita dengan beberapa program termasuk salah satu yang tadi dibahas dengan para lebih dari 60 duta besar bagaimana pembangkitan perekonomian melalui artificial intelligence dan digital economy. Pemerintah sedang menyiapkan peraturan pemerintah (PP) terkait hal itu," kata Airlangga.

Airlangga percaya bahwa AI bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Ia menilai, saat ini belum ada negara yang unggul secara signifikan dalam pengembangan AI. Semua negara memulai dari titik yang sama.

"Jadi AI ini menjadi salah satu peluncur pertumbuhan ekonomi ke depan karena semua negara sama, starting line-nya sama. Belum ada yang lebih unggul dari yang lain. Teknologi AI berbasis pada inovasi, dan saat ini perusahaan-perusahaan inovatif terkemuka masih berada di Amerika," pungkasnya.

Meskipun Indonesia sudah mencapai status upper middle class, pemerintah tetap fokus pada upaya peningkatan GNI. Pengembangan AI dan ekonomi digital menjadi dua pilar utama yang diandalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Semua negara, termasuk Indonesia, masih berada di garis awal yang sama dalam perlombaan AI. Ini berarti peluang untuk menjadi pemimpin masih terbuka lebar.

Bank DuniaVietnamFilipinaIndonesiaupper middle classGNIAI

Komentar

Memuat komentar...