RANS Kantongi Rp 429 M, 37,6% untuk Konser
Gambar atau konten salah?
PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 10 Juli 2026. Perusahaan yang bergerak di bidang hiburan ini berencana menggunakan sebagian besar dana yang terkumpul untuk menggelar konser. Bukan satu atau dua, melainkan 15 hingga 16 konser dalam tiga tahun ke depan.
Dalam aksi korporasi ini, RANS melepas sebanyak 2.525.000.000 saham baru. Jumlah itu setara dengan 20,02% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga penawaran per lembar saham ditetapkan sebesar Rp 170. Dari penjualan saham perdana ini, perusahaan berhasil mengantongi dana segar sebesar Rp 429,25 miliar.
Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, menjelaskan bahwa dana dari IPO akan digunakan untuk menggelar berbagai pertunjukan. Ia menyebutkan, dalam tiga tahun ke depan perusahaan akan menyelenggarakan konser sebanyak 15 hingga 16 kali. "Tiga tahun ke depan, dana yang akan digunakan itu adalah untuk berbagai pentas. Katakanlah kalau satu pentas itu memberikan profitability yang baik, ada bisa 15-16 pentas itu juga akan memberikan profitability yang besar," ujar Cyril dalam konferensi pers di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.
Rencananya, konser-konser tersebut akan menghadirkan artis dari dalam negeri maupun mancanegara. Cyril menambahkan, pihaknya akan menggunakan skema project management event dalam penyelenggaraannya. Peran Raffi Ahmad dan Nagita Slavina disebut sangat penting. "Artis ini dunianya Pak Raffi Ahmad dan Ibu Nagita Slavina, jadi beliau mereka akan mengetahui siapa yang memiliki katakanlah follower dan rating yang meningkat atau stagnan dan seterusnya," jelasnya.
Perusahaan tidak menutup kemungkinan untuk mengadopsi berbagai skema gelaran konser. Salah satu opsi yang terbuka adalah menggelar konser berkelanjutan, mirip dengan festival musik Coachella. "Untuk ke depannya juga memang kita untuk konser-konser kita juga memilih untuk membuat konser-konser dengan bukan one time, tapi yang kita harapkan adalah membangun event yang bisa berkelanjutan," ungkap Cyril.
Berdasarkan prospektus, alokasi dana IPO RANS cukup rinci. Sebesar 37,61% atau Rp 161,5 miliar dialokasikan khusus untuk penyelenggaraan konser. Ini menjadi porsi terbesar dari total dana yang diraup. Selanjutnya, 19,80% atau Rp 85 miliar akan digunakan untuk mengakuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia.
Ada juga alokasi sebesar 18,64% atau Rp 80 miliar untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland. Kemudian, 8,15% atau Rp 35 miliar disiapkan untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis Artificial Intelligence bersama PT Feedloop Global Teknologi. Sebesar 6,98% atau Rp 29,95 miliar dialokasikan untuk melunasi sebagian fasilitas kredit investasi RANS. Sisanya, sekitar 8,82% atau Rp 37,8 miliar, akan digunakan untuk memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.
Cyril menegaskan, konser-konser yang digelar harus memberikan profitabilitas bagi perusahaan. "Tiga tahun ke depan, dana yang akan digunakan itu adalah untuk berbagai pentas. Katakanlah kalau satu pentas itu memberikan profitability yang baik, ada bisa 15-16 pentas itu juga akan memberikan profitability yang besar," katanya dalam konferensi pers di Main Hall BEI, Jakarta.
RANS berencana menghadirkan artis nasional dan internasional dalam konser-konsernya. Cyril menyebut, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina akan terlibat langsung dalam menentukan artis yang akan tampil. "Artis ini dunianya Pak Raffi Ahmad dan Ibu Nagita Slavina, jadi beliau mereka akan mengetahui siapa yang memiliki katakanlah follower dan rating yang meningkat atau stagnan dan seterusnya," jelasnya.
Perusahaan juga terbuka dengan berbagai opsi skema penyelenggaraan konser. Salah satu yang dipertimbangkan adalah menggelar konser berkelanjutan, bukan hanya acara satu kali. Cyril bahkan mencontohkan festival musik Coachella sebagai model yang mungkin diadopsi. "Untuk ke depannya juga memang kita untuk konser-konser kita juga memilih untuk membuat konser-konser dengan bukan one time, tapi yang kita harapkan adalah membangun event yang bisa berkelanjutan," ungkapnya.
Selain untuk konser, dana IPO juga dialokasikan untuk beberapa keperluan lain. Sebesar 19,80% atau Rp 85 miliar akan digunakan untuk mengakuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia. Lalu, 18,64% atau Rp 80 miliar dialokasikan untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland. Sebesar 8,15% atau Rp 35 miliar akan diinvestasikan pada perusahaan patungan berbasis Artificial Intelligence bersama PT Feedloop Global Teknologi.
Ada juga alokasi sebesar 6,98% atau Rp 29,95 miliar untuk melunasi sebagian fasilitas kredit investasi RANS. Sisanya, 8,82% atau Rp 37,8 miliar, akan digunakan untuk memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.
RANS sendiri bergerak di ekosistem media, hiburan, kekayaan intelektual (intellectual property/IP), event, dan bisnis pendukung. Semua kegiatan usaha ini dikelola secara terintegrasi melalui entitas anak dan penyertaan strategis. Perusahaan tercatat di sektor consumer cyclicals dengan subsektor entertainment & movie production. Model bisnis RANS dikembangkan sebagai platform hiburan berbasis IP dan distribusi audiens.
Dengan dana IPO yang cukup besar, RANS tampaknya ingin memperkuat posisinya di industri hiburan Tanah Air. Konser menjadi salah satu fokus utama, namun perusahaan juga merambah ke bisnis kosmetik, wahana bermain, hingga kecerdasan buatan. Semua ini dilakukan secara terintegrasi melalui anak perusahaan dan penyertaan strategis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pemerintah Tak Khawatir Orang Super Kaya Melonjak
BNI Bawa Tiga Mitra Binaan ke Puspa Nuswantara 2026
Rachmat Gobel Meninggal, Bahlil hingga Dony Melayat
Topan Bavi Mendekat, Jepang dan Taiwan Siaga
RANS Raup Rp 353 M di 2025, Turun Tiga Tahun Beruntun
Venezuela Minta Raja Charles III Kembalikan 31 Ton Emas
Berita Terbaru
RANS Kantongi Rp 429 M, 37,6% untuk Konser
Pemerintah Tak Khawatir Orang Super Kaya Melonjak
Satu Helikopter Damkar Sumsel Ditarik ke Tangerang
13 Warga Kepri Tertahan di Kamboja, Kini Berstatus Pelaku
Batu Bara Berbahaya di Laut, Bupati Minta Pengangkatan Diutamakan
Perpustakaan Gasibu Dibongkar, Layanan Baca Pindah Sementara