Indonesia Peringatan El Nino Godzilla, Musim Kemarau 2026

Teguh A. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Indonesia Peringatan El Nino Godzilla, Musim Kemarau 2026

Gambar atau konten salah?

Indonesia baru saja menjadi sorotan karena peringatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tentang potensi munculnya fenomena El Nino Godzilla. Peringatan ini disampaikan lewat postingan Instagram BRIN, menandai bahwa dua kondisi iklim ekstrim dapat terjadi bersamaan.

El Nino sendiri adalah peristiwa pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Pemanasan ini menurunkan curah hujan secara signifikan, sehingga musim kemarau menjadi lebih panjang dan kering. Sementara itu, Indian Ocean Dipole (IOD) positif menimbulkan pendinginan suhu laut di sekitar Sumatera dan Jawa. Pendinginan ini menghambat pembentukan awan, sehingga hujan berkurang di beberapa wilayah Indonesia.

BRIN menyebut kombinasi El Nino dan IOD positif sebagai “El Nino Godzilla” karena keduanya terjadi bersamaan dan masuk dalam kategori ekstrem terhadap kondisi iklim nasional. Nama ini menekankan potensi dampak yang lebih besar dibandingkan dengan masing‑masing fenomena secara terpisah.

Model BRIN memproyeksikan bahwa El Nino Godzilla akan mulai terjadi bersamaan dengan musim kemarau di Indonesia, yakni dari April hingga Oktober 2026. Periode ini menandai masa di mana curah hujan akan menurun drastis di sebagian besar wilayah.

Fenomena ini sudah pernah terjadi pada tahun 2023, namun dampaknya tidak seragam di seluruh wilayah. Untuk mempersiapkan diri, pemerintah perlu mempertimbangkan tiga kategori dampak utama:

  • Dampak Kekeringan: Wilayah selatan, khususnya Pantura Jawa, berpotensi menghadapi ancaman kekeringan yang mengancam lumbung padi nasional.
  • Dampak Banjir: Wilayah timur laut seperti Sulawesi, Halmahera, dan Maluku dapat mengalami banjir karena curah hujan tinggi.
  • Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla): Sumatera dan Kalimantan mungkin menghadapi kebakaran, meskipun bagian utara pulau-pulau ini akan tetap menerima curah hujan tinggi.

Model BRIN juga menunjukkan bahwa kemarau kering akan melanda sebagian besar Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur. Sebaliknya, Sulawesi, Maluku, dan Halmahera masih akan mengalami curah hujan tinggi selama periode tersebut.

Untuk menghadapi situasi ini, disarankan agar masyarakat menjaga kesehatan, menghemat penggunaan air, dan meningkatkan kesadaran akan kondisi lingkungan sekitar. Langkah sederhana seperti meminimalkan penggunaan air di rumah dan menanam tanaman yang tahan kering dapat membantu mengurangi dampak kekeringan.

Artikel ini ditulis oleh Eme Arapenta Tarigan, peserta program magang Kemnaker.

Dengan pemahaman yang jelas tentang apa itu El Nino Godzilla dan dampaknya, Indonesia dapat mempersiapkan langkah-langkah mitigasi yang tepat. Masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta harus bekerja sama untuk mengurangi risiko, menjaga sumber daya alam, dan melindungi ketahanan pangan negara.

El Nino GodzillaBRINIndian Ocean Dipolekekeringanbanjirkebakaran hutancurah hujan

Komentar

Memuat komentar...