Indonesia Tak Butuh Bantuan IMF, Anggaran Surplus Rp 420 T

Dian P. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 100 dibaca
Bisik.id
Indonesia Tak Butuh Bantuan IMF, Anggaran Surplus Rp 420 T

Gambar atau konten salah?

Indonesia tidak membutuhkan bantuan pendanaan dari Dana Moneter Internasional (IMF), kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menegaskan bahwa bantalan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) masih kuat, dengan saldo anggaran lebih (SAL) mencapai Rp 420 triliun.

Pernyataan ini muncul setelah Purbaya bertemu Managing Director IMF Kristalina Georgieva di Washington DC, Amerika Serikat pada Selasa, 14 Juni 2026. Pada pertemuan tersebut, Purbaya menanyakan apakah IMF memiliki kebijakan khusus untuk membantu negara mengurangi ketidakpastian global. IMF menjawab bahwa tidak memiliki kewenangan tersebut dan hanya menyediakan dana bantuan bagi negara yang membutuhkan.

“Saya tanya ke mereka apakah ada kebijakan khusus dari IMF untuk membantu mengurangi ketidakpastian. Dia bilang IMF tidak punya otoritas melakukan hal itu, tetapi mereka menyediakan dana bantuan untuk negara-negara yang membutuhkan. Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan karena anggaran kita cukup baik dan kita masih punya bantalan yang cukup besar yaitu Rp 420 triliun yang saya bilang sebelumnya,” kata Purbaya dalam pernyataan resmi, dikutip Jumat, 17 April 2026.

Purbaya juga menyatakan bahwa IMF terheran‑heran dengan kondisi Indonesia yang mampu bertahan di tengah ketidakpastian global. Ia menjelaskan bahwa kebijakan yang diubah sejak akhir tahun lalu sudah memberikan dampak positif. Menurutnya, ekonomi Indonesia sedang mengalami percepatan ketika menghadapi shock harga minyak yang tinggi.

“Mereka agak bingung sebetulnya tadinya kenapa kita bisa bertahan di tengah keadaan global seperti ini. Saya jelaskan bahwa kita sudah mengubah kebijakan sejak akhir tahun lalu dan dampaknya sudah jelas. Jadi, ekonomi kita sedang mengalami percepatan ketika ada shock dari ketidakpastian global dari harga minyak yang tinggi,” tutur Purbaya.

Selanjutnya, Purbaya menginformasikan bahwa IMF menilai ketidakpastian global akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan, dikarenakan konflik antara AS dan Israel melawan Iran belum ada kepastian kapan berakhir. IMF menyatakan bahwa perang tersebut menambah ketidakpastian yang harus dihadapi.

“IMF menjelaskan ketidakpastian global masih akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan karena perang juga tidak jelas hasilnya akan seperti apa. Jadi, kita akan menghadapi ketidakpastian,” imbuhnya.

Indonesia masih memiliki bantalan anggaran sebesar Rp 420 triliun, sehingga tidak memerlukan bantuan IMF. Dengan kebijakan fiskal yang kuat, negara berupaya menahan dampak ketidakpastian global dan menjaga stabilitas ekonomi.

IndonesiaIMFPurbaya Yudhi Sadewabantalan anggaranRp 420 triliunketidakpastian globalkebijakan fiskalkonflik AS-Israel-Iran

Komentar

Memuat komentar...