Indosat Lepas 86.000 Km Jaringan Fiber ke Perusahaan Baru

Sinta R. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Indosat Lepas 86.000 Km Jaringan Fiber ke Perusahaan Baru

Gambar atau konten salah?

Indosat Ooredoo Hutchison bersama Arsari Group resmi meluncurkan perusahaan baru bernama PT Infra Fiber Teknologi (IFT). Perusahaan ini akan mengelola jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer. Jaringan itu mencakup backbone, kabel bawah laut domestik, dan jaringan akses.

Sebelumnya, aset fiber ini berada di bawah naungan Indosat. Sekarang, aset tersebut dilepas kepada Arsari Group dan Northstar Group. Arsari Group adalah perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo. Meskipun sudah dilepas, Indosat tetap terlibat dalam PT Infra Fiber Teknologi ini.

IFT dirancang dengan tata kelola yang independen dan model bisnis open access. Artinya, perusahaan ini terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak. Targetnya adalah memperluas kemitraan wholesale dengan operator telekomunikasi, perusahaan, hyperscaler, dan penyedia layanan digital. Tujuannya jelas: mempercepat pemerataan konektivitas berkualitas tinggi di seluruh Indonesia.

"Dengan menghadirkan infrastruktur fiber kelas dunia melalui platform independen berbasis open access yang dipimpin para ahli di industrinya, kami ingin memastikan manfaat AI, cloud, dan layanan digital generasi berikutnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh masyarakat. Inilah bentuk teknologi bagi semuanya," kata Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, dalam siaran pers.

Peluncuran IFT juga menandai selesainya transaksi strategis. Semua dimulai dengan penandatanganan Perjanjian Investasi pada Desember 2025. Dalam perjanjian itu, Indosat dan PT Aplikanusa Lintasarta mengalihkan kepemilikan saham mereka di IFT kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT). NFT adalah platform investasi milik Arsari Group.

Arsari Group sendiri didirikan oleh Hashim Djojohadikusumo. Portofolio bisnisnya mencakup berbagai sektor, mulai dari sumber daya alam, energi, hingga investasi digital.

Setelah transaksi ini selesai, Indosat dan PT Aplikanusa Lintasarta secara kolektif memiliki 49,9 persen saham di NFT. Transaksi ini memungkinkan Indosat memonetisasi aset fibernya. Di saat yang sama, Indosat tetap mempertahankan kepemilikan strategis jangka panjang di platform tersebut.

Dari transaksi ini, Indosat Group memperoleh dana bruto sekitar Rp11,7 triliun. Dana itu akan dialokasikan untuk memperkuat investasi pada bisnis inti perusahaan. Termasuk di dalamnya pengembangan konektivitas, percepatan implementasi jaringan 5G, dan pengembangan layanan digital yang siap mendukung era kecerdasan buatan (AI).

"Kami menghadirkan pemimpin yang tidak hanya memahami bagaimana membangun dan mengelola infrastruktur dalam skala besar, tetapi juga memahami mengapa hal itu penting bagi masyarakat yang terhubung, bagi dunia usaha yang diberdayakan, serta bagi posisi Indonesia dalam perekonomian digital di masa depan," ujar Aryo P.S. Djojohadikusumo, Deputy CEO & COO Arsari Group.

IFT akan dipimpin oleh Hendri Mulya Syam. Sebelumnya, dia pernah menjabat posisi strategis di Indosat Ooredoo dan Telkomsel. Dia mengatakan bahwa IFT tidak dibangun hanya untuk melayani wilayah yang sudah memiliki konektivitas memadai. Lebih dari itu.

"Kami membangun infrastruktur yang menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum terlayani secara optimal, menghadirkan akses terhadap layanan yang tepercaya dan andal bagi masyarakat, sekaligus memberdayakan pelaku usaha yang menjadi penggerak perekonomian Indonesia di seluruh nusantara," katanya.

IFT menargetkan perluasan pembangunan jaringan fiber. Fokus utamanya adalah wilayah yang masih memiliki keterbatasan konektivitas. Selain itu, perusahaan akan memperkuat kemitraan dengan operator telekomunikasi, penyedia cloud, hyperscaler, dan pelaku industri digital lainnya.

Model bisnis open access diharapkan bisa meningkatkan efisiensi investasi jaringan. Juga memperkuat ketahanan infrastruktur telekomunikasi nasional. Dan yang tidak kalah penting, mempercepat pemerataan akses internet berkualitas tinggi di berbagai daerah.

Langkah ini menunjukkan bagaimana operator telekomunikasi dan kelompok usaha berkolaborasi untuk membangun infrastruktur digital. Dengan model open access, biaya investasi bisa dibagi. Jangkauan layanan pun bisa lebih luas, terutama ke daerah yang selama ini kurang terlayani.

Indosat Ooredoo HutchisonArsari GroupPT Infra Fiber Teknologijaringan fiberopen accesskonektivitasinfrastruktur digital

Komentar

Memuat komentar...