Orang Tua Ber-KK Denpasar Lebih Pilih SD Swasta, Jalur Afirmasi Sepi

Nurul H. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Orang Tua Ber-KK Denpasar Lebih Pilih SD Swasta, Jalur Afirmasi Sepi

Gambar atau konten salah?

Proses pendaftaran siswa baru untuk jenjang Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Denpasar melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 telah resmi berakhir. Namun, ada fenomena menarik yang terungkap: banyak orang tua yang memiliki Kartu Keluarga (KK) Denpasar justru memilih mendaftarkan anak mereka ke sekolah swasta.

I Nyoman Suriawan, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, membenarkan hal ini. Menurut data yang ia miliki, jumlah pendaftar di SD negeri dan SD swasta tahun ini hampir seimbang. "Berdasarkan data, hampir setengah penduduk yang ber-KK Denpasar lebih memilih ke SD swasta," ujar Suriawan pada Senin, 06 Juli 2026.

Data dari Disdikpora Kota Denpasar mencatat total lulusan TK atau PAUD yang memiliki KK Kota Denpasar mencapai 8.193 anak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.032 anak mendaftar ke SD negeri di Denpasar. Sementara itu, sisanya—3.161 anak—memilih untuk bersekolah di swasta.

Suriawan menduga keputusan orang tua ini dipengaruhi oleh fasilitas yang ditawarkan sekolah swasta. "Mungkin orang tua beranggapan di (sekolah) swasta mendapatkan layanan fasilitas yang lebih baik. Sedangkan kalau di negeri, fasilitas sebatas pada pemenuhan SPM (Standar Pelayanan Minimal Pendidikan)," imbuhnya. Artinya, orang tua menilai sekolah negeri hanya menyediakan fasilitas dasar sesuai standar minimal, sementara swasta menawarkan lebih.

Meski begitu, jumlah pendaftar SPMB SD di Kota Denpasar yang memilih jalur domisili tetap cukup banyak. Namun, ada satu hal yang mencolok: jalur afirmasi, yang khusus diperuntukkan bagi orang tua kurang mampu, hanya menarik 13 pendaftar hingga penutupan seleksi. Padahal, total kuota untuk jalur ini mencapai 1.429 kursi yang tersebar di 166 SD negeri di seluruh Kota Denpasar.

Secara keseluruhan, dari 9.341 pendaftar SD negeri di Kota Denpasar, sebanyak 9.248 siswa dinyatakan diterima. Dari jumlah yang diterima, 5.032 orang adalah pemegang KK Denpasar. Sisanya berasal dari luar Kota Denpasar. "Jumlah yang diterima 5.032 orang merupakan KK Denpasar, sisanya dari luar Kota Denpasar," kata Suriawan.

Ada pula 93 pendaftar yang tidak lolos seleksi SPMB SDN tahun ini. Mereka tercatat memiliki KK dari luar Denpasar atau bahkan luar Provinsi Bali. Bagi calon siswa yang tidak diterima di pilihan utama mereka, sistem langsung mendistribusikan mereka ke sekolah lain yang masih memiliki kuota kosong. Mekanismenya, sistem membawa calon murid baru tersebut ke sekolah yang kuotanya belum terpenuhi.

Fenomena ini menunjukkan pergeseran preferensi orang tua di Denpasar. Meskipun sekolah negeri gratis dan memiliki banyak kursi, terutama di jalur afirmasi, minat terhadap sekolah swasta justru meningkat. Fasilitas menjadi faktor utama, sementara jalur afirmasi yang seharusnya membantu keluarga kurang mampu justru sepi peminat. Ini bisa berarti bahwa orang tua yang memenuhi syarat afirmasi mungkin tidak mengetahui program ini, atau mereka lebih memilih sekolah swasta meskipun ada opsi negeri.

pendaftaran siswa baruSDNKota DenpasarSPMBsekolah swastafasilitasjalur afirmasi

Komentar

Memuat komentar...