Industri Furnitur RI Tumbuh 11,82 Persen, Pasar Ekspor Terus Melonjak
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat ekonomi dalam negeri. Tujuannya jelas: mengurangi dampak buruk dari ketidakpastian pasar global. Salah satu sektor yang diandalkan adalah industri pengolahan. Sektor ini dinilai mampu menopang stabilitas ekonomi nasional.
Industri manufaktur memberikan kontribusi sebesar 18,50 persen terhadap perekonomian. Pertumbuhannya mencapai 4,52 persen. Yang menarik perhatian adalah subsektor industri furnitur. Subsektor ini mencatat lonjakan pertumbuhan yang kuat, yaitu 11,82 persen. Angka ini menjadi sinyal positif. Pemerintah ingin memanfaatkan momentum ini secara maksimal untuk mendongkrak performa ekspor nasional.
Untuk mencapai target itu, perluasan akses pasar menjadi kunci. Membangun kemitraan langsung dengan pembeli internasional juga sangat dibutuhkan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara khusus menyoroti urgensi strategi ini. Ia menyampaikannya saat menghadiri pameran International Furniture and Craft Fair Indonesia (IFFINA)+ 2026 secara virtual. Menurutnya, promosi dagang berskala internasional seperti ini sangat efektif untuk memperkuat posisi produk lokal.
"Penyelenggaraan IFFINA+ hari ini menjadi penting sebagai salah satu bentuk sarana memitigasi risiko dengan jalan memperluas pasar, membangun hubungan langsung dengan pembeli internasional, serta mengurangi ketergantungan ekspor pada pasar-pasar tertentu," ujar Airlangga dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 30 September 2026.
Langkah proaktif ini diyakini akan membuka pintu peluang baru bagi para pelaku usaha di Indonesia. Indonesia memiliki potensi besar untuk menguasai pasar furnitur dunia. Kuncinya ada pada penguatan kualitas, desain, dan keberlanjutan produk. Kinerja positif ini sudah terlihat dari neraca perdagangan furnitur nasional yang terus mencatatkan surplus sejak 2021. Pada tahun 2025, nilai ekspor berhasil menembus angka USD2.390,68 juta. Amerika Serikat menjadi pasar utama penyerap produk furnitur Indonesia.
Tren permintaan pasar dunia kini perlahan berubah. Konsumen mulai beralih ke produk fungsional yang berbahan ramah lingkungan. Indonesia memiliki keunggulan di sini. Bahan baku melimpah seperti kayu dan rotan lokal menjadi nilai tambah yang luar biasa bagi industri dalam negeri. Airlangga menyebutkan, struktur industri nasional saat ini masih didominasi oleh pelaku industri kecil dan menengah (IKM). Tingkat serapan tenaga kerjanya sangat tinggi.
"Struktur industri nasional saat ini masih didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM), hampir 99,79 persen dari total 4,45 juta unit usaha industri. Dengan skala ini, industri tentu masih menghadapi tantangan keterbatasan teknologi, serta terkait produktivitas yang masih dapat ditingkatkan," jelas Airlangga.
Pelaku usaha dituntut untuk semakin lincah. Mereka harus bisa menyesuaikan diri dengan standar regulasi dan selera negara tujuan ekspor. Pemerintah sudah menyiapkan berbagai dukungan fiskal untuk menjawab tantangan ini. Salah satunya adalah pemberian insentif pajak bagi pekerja di sektor terkait. Akses pembiayaan juga digelontorkan melalui Kredit Industri Padat Karya dan program restrukturisasi mesin. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas. Kebijakan standardisasi kelestarian kayu juga terus diperketat. Dengan begitu, daya saing produk IKM diharapkan semakin meningkat di kancah global.
Menutup arahannya, Airlangga memberikan apresiasi kepada Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO). Ia berterima kasih atas kelancaran penyelenggaraan IFFINA+ 2026. Ia juga mengundang seluruh importir dan investor global untuk segera menjajaki kemitraan strategis dengan para pelaku industri andalan Indonesia. Ajang bergengsi ini diharapkan mampu melahirkan berbagai kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan.
Pameran IFFINA+ 2026 menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan ekspor pada pasar-pasar tertentu. Dengan membangun hubungan langsung dengan pembeli internasional, risiko dari ketidakpastian pasar global bisa diminimalkan. Sektor furnitur, dengan pertumbuhan yang kuat, menjadi salah satu andalan untuk mendorong perekonomian nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
